- Rupiah menguat 0,24 pesen pada Kamis, 22 Januari 2026, ditutup Rp 16.895 per dolar AS di pasar spot.
- Penguatan rupiah dipicu sentimen global risk on terkait harapan pembicaraan seputar Greenland, menurut analis.
- Prospek penguatan lebih lanjut rupiah terancam oleh sentimen domestik mengenai independensi Bank Indonesia dan defisit fiskal.
Suara.com - Nilai tukar rupiah konsisten menguat pada penutupan, Kamis, 22 Januari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup Rp 16.895 per dolar AS.
Penguatan ini membuat mata uang garuda mulai bangkit. Alhasil, rupiah menguat 0,24 persen dibanding penutupan pada Rabu kemarin yang berada di level Rp 16.936 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.902 per dolar AS.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian menguat. Di mana, peso Filipina berada satu level di bawah rupiah setelah ditutup melonjak 0,2 persen.
Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang terkerek 0,1 persen dan rupee India yang terangkat 0,09 persen. Disusul, dolar Taiwan yang ditutup menanjak 0,06 persen.
Lalu ada dolar Singapura yang naik 0,05 persen dan yuan China yang menguat tipis 0,02 persen di sore ini. Sementara itu, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,48 persen.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah menguat terhadap dolar AS dikarenakan sentimen global. Sentimen ini membuat dolar AS semakin melemah.
"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on oleh harapan pada pembicaraan seputar Greenland," katanya saat dihubungi Suara.com.
Namun penguatan lebih lanjut mungkin akan sulit. Lantaran, sentimen negatif domestik seputar independensi BI dan defisit fiskal masih membayangi rupiah.
Baca Juga: Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Loyo ke Level Rp16.908
"Investor menantikan daa revisi final PDB AS dan inflasi PCE AS malam ini. Range Rp 16.850 - Rp 16.950," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard
-
Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani
-
Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat
-
Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini
-
Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik
-
Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas
-
Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100
-
Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?
-
Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup
-
Review Drama Love Designer, Kisah Cinta Seorang Designer dan Bos E-Commerce