- Rupiah menguat 0,17% pada Kamis (22/1/2026) pagi, dibuka Rp16.908 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.
- Penguatan rupiah dipicu sentimen global meredanya ancaman tarif Amerika Serikat terhadap Eropa oleh Trump.
- Kekhawatiran domestik mengenai independensi Bank Indonesia membatasi potensi penguatan rupiah lebih lanjut.
Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pemulihan pada pembukaan pagi ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Kamis (22/1/2026) dibuka Rp16.908 per dolar Amerika Serikat (AS).
Penguatan ini membuat mata uang garuda mulai bangkit. Alhasil, rupiah menguat 0,17 persen dibanding penutupan pada Rabu yang berada di level Rp16.936 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.963 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata uang Asia sebagian menguat.
Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,19 persen.
Selanjutnya ada ringgit Malaysia dan dolar Singapura yang sama-sama menanjak 0,05 persen. Disusul, yuan China terkerek 0,04 persen.
Berikutnya dolar Hongkong terlihat menguat tipis 0,004 persen terhadap the greenback.
Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,25 persen.
Kemudian ada won Korea Selatan yang terkoreksi 0,13 persen dan yen Jepang turun 0,03 persen. Diikuti, dolar Taiwan melemah tipis 0,02 persen.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah menguat terhadap dolar AS dikarenakan sentimen global.
Baca Juga: Bos BI Akui Pencalonan Keponakan Prabowo Jadi Sentimen Rupiah Anjlok
"Hal ini meredanya tensi AS Eropa setelah Trump menarik ancaman tarif ke Eropa," katanya saat dihubungi Suara.com, Kamis (22/1/2026).
Dia menekankan bahwa rupiah bisa saja melemah. Hal ini disebabkan oleh sentimen domestik mengenai independensi Bank Indonesia (BI) yang mulai diragukan.
"Namun penguatan mungkin terbatas mengingat sentimen domestik masih lemah oleh kekuatiran seputar indepedensi BI, defisist anggaran dan prospek pemangkasan suku bunga oleh BI. Range 16.850-17.000," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard
-
Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani
-
Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat
-
Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini
-
Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik
-
Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas
-
Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100
-
Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?
-
Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup
-
Review Drama Love Designer, Kisah Cinta Seorang Designer dan Bos E-Commerce