- Menteri Keuangan Purbaya menganggap pengunduran diri Dirut BEI dan Ketua Dewan Komisioner OJK sebagai sinyal positif.
- Purbaya mengaitkan pengunduran diri tersebut dengan kegagalan pengelolaan pasar saham pasca laporan MSCI.
- Pemerintah fokus memenuhi syarat MSCI, menjaga likuiditas, dan membentuk Satgas untuk perbaikan iklim investasi.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kalau mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar adalah pertanda baik.
Menkeu Purbaya beralasan kalau laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang diumumkan beberapa waktu lalu adalah bukti kalau kalau pasar saham Indonesia tidak dikelola dengan benar. Walhasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot hingga mengalami penundaan perdagangan (trading halt) dua hari beruntun.
"Pasar tidak dikelola dengan benar, dan ketika pasar mengalami koreksi yang dalam, maka mereka harus bertanggung jawab karena kita tahu bahwa mereka tidak menanggapi keinginan MSCI dengan tepat," katanya dalam acara Indonesia Economic Summit 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta, dikutip Rabu (4/2/2026).
"Keduanya bertanggung jawab atas hal itu, termasuk ketua OJK. Bagi saya, itu pertanda baik, artinya mereka memahami bahwa mereka melakukan kesalahan dan harus bertanggung jawab atas hal itu," lanjut dia.
Purbaya menegaskan kalau Pemerintah bakal memenuhi semua persyaratan MSCI, termasuk transparansi saham. Meskipun Menkeu tidak memiliki wewenang di bursa saham, ia mengaku fokus untuk menjaga perekonomian bergerak yang benar.
Pertama, Purbaya memastikan bahwa Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah bakal belanja secara optimal di kuartal pertama dan kedua secara tepat waktu.
Kedua, Purbaya menegaskan likuiditas cukup di pasar. Ketiga yakni meningkatkan iklim investasi di Indonesia.
Makanya itu, lanjut Purbaya, Pemerintah kini memiliki Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mengatasi hambatan, di mana setiap pengusaha dapat melapor ke sana.
Dalam Satgas debottlenecking itu, Purbaya akan mengadakan pertemuan setiap minggu untuk memastikan hambatan bisnis yang dihadapi pengusaha bisa diatasi dengan benar.
Baca Juga: Pesan Purbaya ke Investor: Jangan Cemas soal Investasi di RI, Saya Menteri Pintar
"Saya pikir satu tahun dari sekarang, kita akan memiliki kondisi iklim bisnis yang berbeda dan jauh lebih baik. Itu cukup untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan lebih cepat," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Pesan Purbaya ke Investor: Jangan Cemas soal Investasi di RI, Saya Menteri Pintar
-
IHSG Bergerak Dua Arah di Rabu Pagi, Cek Saham Pilihan
-
Profil PT Minna Padi Asset Manajemen: Jaringan, Pemilik Saham dan Afiliasi PADI
-
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2029 Bisa Dekati 8 Persen, Jika Saya Masih Menkeu
-
BEI Buka Kembali 5 Emiten Ini, Cek Pergerakan Sahamnya
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Bank Indonesia Gabung dengan Proyek Nexus, Apa Untungnya?
-
Pesan Purbaya ke Investor: Jangan Cemas soal Investasi di RI, Saya Menteri Pintar
-
Mayoritas Harga Pangan Turun, Cabai Rawit Merah Masih Naik Tembus Rp 62.000/kg
-
CIMB Niaga Dorong Masyarakat Kelola Gaji Secara Eifisien
-
AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Brent Tembus 67 Dolar AS
-
Dolar AS Menguat, Rupiah Turun ke Level Rp16.766
-
Harga Emas Antam Melambung Tinggi, Hari Dibanderol Rp 2.964.000/Gram
-
Sama-sama Bisnis di Pertambangan, Perbedaan Perminas dengan MIND ID
-
IHSG Bergerak Dua Arah di Rabu Pagi, Cek Saham Pilihan
-
Profil PT Minna Padi Asset Manajemen: Jaringan, Pemilik Saham dan Afiliasi PADI