- Alokasi Rp2 triliun dari APBN untuk Way Kambas tanpa dana donor asing.
- Komitmen Presiden Prabowo melindungi Gajah dan Badak Sumatera dari kepunahan.
- Pengalihan 90 ribu hektare lahan pribadi di Aceh menjadi area konservasi gajah.
Suara.com - Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen serius dalam perlindungan lingkungan dengan mengalokasikan anggaran sebesar USD 120 juta atau sekitar Rp2 triliun untuk konservasi Cagar Alam Way Kambas, Lampung.
Langkah ini menegaskan kemandirian finansial negara dalam menjaga ekosistem tanpa bergantung pada dana donor internasional.
Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan hal tersebut dalam forum Indonesia Economic Summit di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya telah diumumkan di hadapan komunitas internasional di London.
"Ini bukan sekadar omon-omon. Beliau benar-benar membuktikan ucapannya dengan menempatkan uang asli Indonesia ke dalam pelestarian area konservasi yang sangat penting," ujar Hashim.
Dana yang bersumber sepenuhnya dari APBN tersebut akan difokuskan pada Gajah dan Badak Sumatera yang statusnya terancam punah, pengembangan sarana dan prasarana konservasi secara berkelanjutan, dan membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia mampu membiayai agenda lingkungannya sendiri.
Selain Way Kambas, pemerintah juga membidik kawasan Peusangan di Aceh sebagai pusat konservasi gajah berikutnya. Menariknya, lahan seluas 90.000 hektare tersebut merupakan lahan pribadi milik Prabowo Subianto yang dialihfungsikan menjadi hutan konservasi demi kelestarian satwa liar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Ada Danantara di Demutualisasi Bursa, Apa Untungnya Buat Investor?
-
Kronologi PT Narada Aset Manajemen Manipulasi Saham IHSG, Ini Sosok Pemiliknya
-
OJK Mulai Kumpulkan Data Saham Gorengan, Ini Bocorannya
-
BEI: 2 Emiten Konglomerat Bakal IPO, Ini Bocorannya
-
PLTSa Ditargetkan Mulai Beroperasi pada 2027
-
Saham BUMI Terkoreksi Tajam Usai Lonjakan Signifikan, Ini Kata Analis
-
Bank Indonesia Gabung dengan Proyek Nexus, Apa Untungnya?
-
Purbaya soal Bos BEI-OJK Mundur: Pertanda Baik, Mereka Salah dan Harus Tanggung Jawab
-
Pesan Purbaya ke Investor: Jangan Cemas soal Investasi di RI, Saya Menteri Pintar
-
Mayoritas Harga Pangan Turun, Cabai Rawit Merah Masih Naik Tembus Rp 62.000/kg