- Pada 5 Februari 2026, harga Bitcoin mengalami koreksi signifikan, diperdagangkan di sekitar US$ 70.955, jauh di bawah puncak Oktober lalu.
- Michael Burry memproyeksikan likuidasi besar dan dampak domino jika Bitcoin turun ke US$ 50.000, mengkritik status aset pelindung nilainya.
- Koreksi pasar ini telah merugikan perusahaan pemegang BTC besar seperti Strategy, seiring analis melihat pergeseran ke strategi jual pendek.
level ini ditembus, pemulihan jangka pendek akan sangat sulit secara struktur.
Efek Altcoin: Pelemahan Ethereum (ETH) di bawah level psikologis US$ 2.600 telah mempercepat kejatuhan aset kripto lainnya. Mayoritas altcoin bahkan telah anjlok antara 20% hingga 40% sejak pertemuan FOMC pada Januari lalu.
Kato menyarankan investor untuk beralih ke mode risk-off dan tetap waspada, mengingat volatilitas di pasar kripto sering kali menjadi indikator awal sebelum guncangan melanda pasar saham yang lebih luas.
Sepanjang sejarahnya sejak 2010, Bitcoin memang dikenal dengan siklus kenaikan dan kejatuhan yang ekstrem.
Titik terendah dalam sejarah mencatat harga US$ 2 pada Oktober 2011, dan koreksi parah juga pernah terjadi pada 2018 di mana harga jatuh ke US$ 3.350.
Namun, perlu dicatat bahwa istilah "harga terendah" dalam konteks ini mengacu pada siklus pasar tertentu, bukan nilai absolut sepanjang masa.
DISCLAIMER: Perdagangan aset kripto memiliki risiko volatilitas yang sangat tinggi dan dapat menyebabkan kerugian modal secara instan. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi atau ajakan untuk menjual/membeli aset. Investor diharapkan melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan di pasar kripto.
Berita Terkait
-
Epstein Files Ungkap Investasi Bitcoin Jefrey Sejak Belasan Tahun Lalu, Elite Global Visioner?
-
Withdrawal Binance Mendadak Error, Apa Penyebabnya?
-
Harga Bitcoin Sulit Bangkit dan Terkapar di Level USD 70.000, Efek Epstein Files?
-
FOMC 2026: The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Amblas ke Level 70.000 Dolar
-
Dokumen Jeffrey Epstein 'Singgung' Identitas Satoshi Nakamoto dan Asal-Usul Bitcoin
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel
-
Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh
-
Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan
-
Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini
-
Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut
-
Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global
-
Mudik 2026 Membludak, 2,8 Juta Kendaraan Padati Tol Jasa Marga
-
Waspada Penipuan! Ini Daftar Distributor Resmi e-Meterai di Indonesia
-
Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%
-
IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung