Suara.com - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Penunjukan Juda Agung merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat koordinasi fiskal, mengingat latar belakangnya yang sangat kuat di sektor moneter dan pengalaman panjangnya di kancah internasional.
Juda Agung menempati posisi yang ditinggalkan oleh Thomas Djiwandono. Transisi kepemimpinan ini telah dipersiapkan sejak pertengahan Januari 2026, menyusul pengunduran diri Juda dari jabatannya di Bank Indonesia (BI) sebelum akhirnya diberi mandat baru dalam kabinet.
Latar Belakang Pendidikan: Dari IPB ke Birmingham
Fondasi akademik Juda Agung menjadi bukti kedalaman pemahamannya di sektor ekonomi dan keuangan. Pria kelahiran Pontianak, 6 Agustus 1964 ini merupakan alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia meraih gelar Sarjana di bidang Teknologi Pertanian.
Minatnya pada dunia keuangan membawanya untuk menempuh pendidikan lanjut di University of Birmingham, Inggris. Di sana, Juda berhasil meraih gelar Master of Science dengan konsentrasi Bisnis dan Keuangan pada tahun 1995.
Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi doktoral di universitas yang sama dan menyandang gelar Ph.D (S3) di bidang Ekonomi pada tahun 1999, yang menjadikannya salah satu teknokrat dengan spesialisasi ekonomi makro yang mumpuni.
Karier Juda Agung
Karier Juda Agung di Bank Indonesia dimulai pada tahun 1991 sebagai staf di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Ketekunan dan keahliannya membawanya pada serangkaian posisi strategis yang membentuk kematangannya dalam mengambil kebijakan:
Baca Juga: Jadi Kandidat Calon Deputi Gubernur BI, Keponakan Prabowo Mundur dari Gerindra
- Penempatan Internasional (1992–1999): Juda sempat bertugas di kantor perwakilan BI di London, memberikan ia perspektif global terhadap pasar keuangan Eropa.
- Ahli Riset dan Analis: Sekembalinya ke tanah air, ia menghabiskan bertahun-tahun sebagai peneliti ekonomi junior hingga menjadi Analis Senior di Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
- Kepemimpinan Departemen (2014): Puncak karier manajerialnya di level departemen tercapai saat ia ditunjuk sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter.
- Stabilitas Sistem Keuangan (2020–2022): Sebelum dilantik menjadi Deputi Gubernur, ia menjabat sebagai Asisten Gubernur yang bertanggung jawab atas Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial.
Penugasan Global di IMF dan Puncak Jabatan Deputi Gubernur
Reputasi Juda Agung tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di tingkat global. Ia memiliki catatan gemilang di International Monetary Fund (IMF), Washington DC:
Kepala Bagian (2006–2008): Bertugas mewakili kepentingan moneter nasional di IMF.
Direktur Eksekutif (2017–2019): Menjabat posisi tinggi di IMF yang memungkinkannya terlibat langsung dalam diskusi kebijakan ekonomi dunia.
Pada akhir Desember 2021, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021, Juda dilantik menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Selama menjabat, ia dikenal sebagai figur yang tenang namun tegas dalam mengawal stabilitas nilai tukar Rupiah dan sistem keuangan nasional, hingga akhirnya kini ia dipercaya untuk mengawal keuangan negara sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Berita Terkait
-
Bukan Mendadak! Juda Agung Ungkap Rahasia Tugas Wamenkeu yang Sudah 'Disiapkan' Sejak Jadi Deputi BI
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Dari Wamenkeu ke BI, Ini Bocoran Tugas dan Peran Thomas Djiwandono
-
Kronologi Thomas Djiwandono Masuk BI: Dari Bendahara Gerindra, Wamenkeu, hingga Deputi Gubernur
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah