- OJK membentuk Satuan Tugas Reformasi Integritas Pasar Modal sebagai respons dinamika pasar modal Indonesia.
- Pembentukan Satgas ini diumumkan Pjs Kepala OJK dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026 di Jakarta.
- Reformasi meliputi kebijakan *free float* saham, pengungkapan *ultimate beneficial owner*, dan perluasan pengungkapan kepemilikan saham.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, akan membentuk Satuan Tugas Reformasi Integritas Pasar Modal sebagai respons atas dinamika dan tantangan yang berkembang di pasar modal Indonesia.
Langkah ini diambil untuk memastikan pertumbuhan pasar modal tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas.
Penjabat Sementara (Pjs) Kepala OJK, Friderica Widyasari, menyampaikan kondisi pasar modal saat ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan.
Apalagi, belakangan bursa saham Indonesia terguncang lantaran adanya kebijakan dari MSCI.
“Dinamika yang terjadi pada pasar modal, kami sadari, menjadi momentum refleksi, bahwa pertumbuhan yang tinggi tidak cukup,” ujar Friderica dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Menurut Friderica, diperlukan langkah perbaikan yang menyeluruh agar pertumbuhan pasar modal ke depan berjalan lebih sehat dan berintegritas.
Oleh karena itu, OJK bersama para pemangku kepentingan sepakat mendorong reformasi pasar modal secara komprehensif.
Ia mengungkapkan, OJK telah berdiskusi dengan pemerintah terkait agenda reformasi tersebut. Dalam waktu dekat, pembentukan satuan tugas akan segera direalisasikan.
“Kami sudah berdiskusi dengan Pak Menko (Perekonomian Airlangga Hartarto), kita akan segera membentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal,” ujar Friderica.
Baca Juga: OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi
Satgas tersebut akan melibatkan berbagai pihak dalam ekosistem pasar modal. OJK akan bekerja bersama Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, pelaku industri, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Friderica menyebut, OJK telah menyiapkan delapan rancangan aksi percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal. Salah satu agenda utama adalah kebijakan free float saham.
“Kebijakan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen,” kata Friderica.
Selain itu, OJK juga akan memperkuat aspek transparansi kepemilikan melalui pengungkapan pemilik manfaat akhir.
“Kemudian pengungkapan ultimate beneficial owner,” ucapnya.
Agenda reformasi lainnya mencakup perluasan pengungkapan tipe investor dan kepemilikan saham, demutualisasi bursa efek, hingga penguatan penegakan peraturan dan sanksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri