- Pasar kripto terguncang sejak Februari 2026; Bitcoin sempat menyentuh level US$60.000 akibat likuidasi besar.
- Penurunan tajam ini dipicu likuidasi leverage dan aksi institusi, diperkuat sentimen pasar global risk-off.
- Jebolnya support krusial teknikal memicu stop-loss beruntun, menyebabkan pelemahan meluas pada aset lain.
Antony menekankan bahwa kondisi suram ini bukan hanya masalah internal pasar kripto. Saat ini, pasar global tengah memasuki fase risk-off di mana investor cenderung menghindari aset berisiko. Hal ini terlihat dari tekanan serupa yang melanda bursa saham teknologi dan aset berisiko lainnya.
"Pengetatan likuiditas global serta rilis data ekonomi yang kurang memuaskan dari berbagai negara menjadi alasan utama investor mengurangi eksposur risiko mereka," tambah Antony.
Menurutnya, pemulihan Bitcoin di masa depan akan sangat bergantung pada stabilitas makroekonomi dan kembalinya kepercayaan investor global.
Menyikapi situasi pasar yang tidak menentu, INDODAX menyarankan para pelaku pasar untuk mengedepankan manajemen risiko yang disiplin.
"Dalam kondisi volatilitas tinggi, sangat penting bagi investor untuk menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing dan tidak terbawa emosi pasar," tutup Antony.
DISCLAIMER:
Aset kripto memiliki risiko fluktuasi harga yang sangat tinggi. Artikel ini bersifat informatif berdasarkan analisis pasar per Februari 2026 dan bukan merupakan instruksi jual atau beli. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan individu dengan mempertimbangkan risiko kehilangan modal secara keseluruhan.
Berita Terkait
-
Harga Bitcoin Anjlok Parah di USD 70.000, Analis Peringatkan Ancaman Tembus USD 50.000
-
Epstein Files Ungkap Investasi Bitcoin Jefrey Sejak Belasan Tahun Lalu, Elite Global Visioner?
-
Withdrawal Binance Mendadak Error, Apa Penyebabnya?
-
Harga Bitcoin Sulit Bangkit dan Terkapar di Level USD 70.000, Efek Epstein Files?
-
FOMC 2026: The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Amblas ke Level 70.000 Dolar
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?
-
BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal
-
Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok
-
Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global
-
Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede
-
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
-
Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live
-
Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi