Bisnis / Keuangan
Minggu, 08 Februari 2026 | 13:04 WIB
Ilustrasi bitcoin (Photo by Traxer on Unsplash)
Baca 10 detik
  • Pasar kripto terguncang sejak Februari 2026; Bitcoin sempat menyentuh level US$60.000 akibat likuidasi besar.
  • Penurunan tajam ini dipicu likuidasi leverage dan aksi institusi, diperkuat sentimen pasar global risk-off.
  • Jebolnya support krusial teknikal memicu stop-loss beruntun, menyebabkan pelemahan meluas pada aset lain.

Antony menekankan bahwa kondisi suram ini bukan hanya masalah internal pasar kripto. Saat ini, pasar global tengah memasuki fase risk-off di mana investor cenderung menghindari aset berisiko. Hal ini terlihat dari tekanan serupa yang melanda bursa saham teknologi dan aset berisiko lainnya.

"Pengetatan likuiditas global serta rilis data ekonomi yang kurang memuaskan dari berbagai negara menjadi alasan utama investor mengurangi eksposur risiko mereka," tambah Antony.

Menurutnya, pemulihan Bitcoin di masa depan akan sangat bergantung pada stabilitas makroekonomi dan kembalinya kepercayaan investor global.

Menyikapi situasi pasar yang tidak menentu, INDODAX menyarankan para pelaku pasar untuk mengedepankan manajemen risiko yang disiplin.

"Dalam kondisi volatilitas tinggi, sangat penting bagi investor untuk menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing dan tidak terbawa emosi pasar," tutup Antony.


DISCLAIMER:

Aset kripto memiliki risiko fluktuasi harga yang sangat tinggi. Artikel ini bersifat informatif berdasarkan analisis pasar per Februari 2026 dan bukan merupakan instruksi jual atau beli. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan individu dengan mempertimbangkan risiko kehilangan modal secara keseluruhan.

Load More