- Harga minyak mentah dunia turun pada Senin, 9 Februari 2026, akibat komitmen dialog nuklir AS dan Iran.
- Minyak Brent dan WTI mengalami penurunan harga signifikan setelah kekhawatiran pasar terhadap konflik Timur Tengah mereda.
- Sentimen pasar juga dipengaruhi usulan Uni Eropa melarang layanan logistik ekspor minyak seaborne Rusia.
Suara.com - Harga minyak mentah dunia turun pada perdagangan Senin 9 Februari 2026, menyusul komitmen AS dan Iran untuk tetap berdialog terkait isu nuklir.
Kesepakatan ini mengurangi kecemasan pasar terhadap risiko konflik bersenjata yang berpotensi menghambat distribusi minyak di Timur Tengah.
Harga minyak mentah Brent berjangka turun 49 sen, atau 0,72 persen, menjadi 67,56 dolar AS per barel pada pukul 01.34 GMT atau 08.34 WIB setelah ditutup naik 50 sen pada hari Jumat.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 42 sen, atau 0,66 persen menjadi 63,13 dolar AS per barel setelah mengalami kenaikan 26 sen pada penutupan perdagangan hari Jumat.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, menyatakan bahwa harga minyak mentah mengalami penurunan pada awal pekan ini karena pelaku pasar merasa tenang melihat adanya perkembangan positif dalam negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Oman.
"Dengan adanya lebih banyak pembicaraan di masa mendatang, kekhawatiran langsung akan gangguan pasokan di Timur Tengah telah sedikit mereda," kata Sycamore.
Dilaporkan, meskipun masih ada perbedaan pendapat, kemajuan positif dalam diskusi di Oman mendorong Iran dan AS untuk berkomitmen melanjutkan negosiasi nuklir tidak langsung.
Langkah diplomasi ini berhasil meredam tensi di Timur Tengah dan mengurangi risiko pecahnya perang, terutama di tengah meningkatnya kehadiran militer Amerika di kawasan tersebut.
Kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasokan dari Iran dan produsen Timur Tengah lainnya masih tinggi, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur krusial bagi 20 persen konsumsi minyak global.
Baca Juga: Dialog Oman Dimulai, Harga Minyak Dunia Merosot pada Akhir Pekan
Meski demikian, meredanya tensi politik pekan lalu memicu koreksi harga pada kedua tolok ukur minyak hingga lebih dari 2 persen, sekaligus mengakhiri tren kenaikan yang sempat bertahan selama tujuh minggu berturut-turut.
Namun, Risiko geopolitik kembali mencuat seiring ancaman balasan Iran terhadap fasilitas militer AS, yang membuktikan bahwa potensi konflik belum sepenuhnya hilang.
Selain itu, sentimen pasar dipengaruhi oleh tekanan baru terhadap industri energi Rusia, Komisi Eropa kini mengusulkan pelarangan layanan logistik dan pendukung ekspor minyak seaborne Rusia guna menekan pendapatan negara tersebut.
Keputusan para penyuling India untuk menghentikan sementara impor minyak dari Rusia diprediksi akan berlangsung lama.
Pergeseran tren ini dipandang sebagai langkah strategis yang dapat mempermudah New Delhi dalam mempercepat tercapainya pakta perdagangan dengan pihak Amerika Serikat.
Sebagai pertanda bahwa kenaikan harga energi mendorong peningkatan produksi, Baker Hughes melaporkan pada hari Jumat bahwa perusahaan energi AS pekan lalu menambah rig minyak dan gas alam untuk ketiga kalinya sejak November.
Berita Terkait
-
Dihantui Ancaman 'Perang', Harga Minyak Mentah Lanjutkan Kenaikan
-
Bahlil Anggap Target Lifting Minyak 1,6 Juta Barel Mustahil
-
Pasar Khawatir Aksi Militer AS ke Iran, Harga Minyak Kembali Menguat
-
Bahlil Jamin Sumur Rakyat Mulai Bisa Beroperasi Secara Legal
-
Pipa Bocor di Sumatera, RI Terancam Kehilangan Produksi Minyak 2 Juta Barel
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?
-
BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal
-
Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok
-
Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global
-
Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede
-
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
-
Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live
-
Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi