- Kemensos mendapati lebih dari 54 juta penduduk miskin (desil 1-5) belum terdaftar dalam PBI JKN berdasarkan pemutakhiran DTSEN 2025.
- Sebanyak 15 juta jiwa kelompok mampu (desil 6-10 dan non-desil) masih tercatat sebagai penerima bantuan iuran PBI JKN.
- Verifikasi data sepanjang 2025 hanya menjangkau 12 juta KK dari total kebutuhan 35 juta KK untuk mengatasi ketidaktepatan sasaran.
Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan masih besarnya kesenjangan perlindungan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan. Hasil pemutakhiran data menunjukkan lebih dari 54 juta penduduk yang seharusnya berhak justru belum tercakup dalam Program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN).
"Temuan tersebut diperoleh setelah pemutakhiran data menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dan berdasarkan DTSEN tahun 2025, tercatat penduduk pada kelompok desil 1 hingga desil 5 yang belum menerima PBI JKN mencapai lebih dari 54 juta jiwa," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf seperti dikutip dari Antara, Senin.
Di sisi lain, Kemensos juga menemukan fakta bahwa sebagian masyarakat yang tergolong lebih mampu masih tercatat sebagai penerima bantuan iuran. Penduduk pada kelompok desil 6 hingga desil 10 serta kelompok non-desil tercatat masih menerima PBI JKN dengan jumlah lebih dari 15 juta jiwa.
Menurut Saifullah, kondisi tersebut mencerminkan masih terjadinya kesalahan dalam penyaluran bantuan, baik kesalahan inklusi maupun eksklusi. Akibatnya, kelompok yang relatif mampu tetap memperoleh perlindungan negara, sementara masyarakat miskin dan rentan justru belum sepenuhnya terjangkau program jaminan kesehatan.
Ia mengakui, salah satu faktor penyebab persoalan tersebut adalah keterbatasan verifikasi dan validasi data penerima manfaat di lapangan. Sepanjang 2025, tim yang melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial, serta Dinas Sosial daerah baru mampu menjangkau sekitar 12 juta kepala keluarga, dari total kebutuhan verifikasi yang mencapai lebih dari 35 juta kepala keluarga.
"Kemenkes mendaftarkan perubahan PBI Jaminan Kesehatan sebagai peserta program jaminan kesehatan kepada BPJS Kesehatan. Sementara BPJS Kesehatan melaksanakan program jaminan kesehatan. Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4/2025, ya ini baru lahir di bulan Februari tepatnya tahun 2025, dimana DTSEN baru lahir dan belum sempurna. Namun jika tidak diperbaiki, keadilan justru akan terus terjadi. Karena selama ini ditengarai bansos maupun subsidi sosial itu tidak tepat sasaran," cetusnya.
Dalam rapat tersebut, Saifullah juga menegaskan komitmen Kementerian Sosial untuk memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk pemerintah daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat proses verifikasi dan validasi data, sehingga perlindungan jaminan kesehatan nasional dapat lebih tepat sasaran dan berkeadilan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Berita Terkait
-
Dalih Tepat Sasaran, Pemerintah Akui Blokir 11,53 Juta Peserta PBI-JKN
-
Motor Roda 3 dari Program Atensi Kemensos Bantu Wak Keple Bangkitkan Usaha
-
BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT