- MSCI merilis hasil tinjauan berkala pada Selasa (10/2/2026), efektif berlaku 27 Februari 2026.
- Saham INDF turun kelas dari MSCI Global Standard ke Global Small Cap; ACES dan CLEO terdepak.
- MSCI membekukan sementara evaluasi indeks tertentu untuk mitigasi risiko perputaran pasar modal Indonesia.
Suara.com - Lembaga penyedia indeks global, MSCI Inc, resmi merilis hasil tinjauan berkala untuk periode Februari 2026. Perubahan komposisi ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada saat penutupan perdagangan tanggal 27 Februari 2026.
Dalam pengumuman yang dirilis Selasa (10/2/2026), terjadi pergeseran signifikan pada sejumlah emiten besar asal Indonesia. Berikut adalah poin-poin utama perubahan tersebut:
Salah satu kejutan datang dari raksasa konsumer Grup Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Saham INDF dilaporkan resmi keluar dari perhitungan Indeks MSCI Global Standard.
Meski demikian, saham ini tidak sepenuhnya hilang dari radar MSCI, melainkan berpindah klasifikasi (down-grade) masuk ke dalam Indeks MSCI Global Small Cap.
Berbeda nasib dengan INDF, dua emiten lainnya yakni PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) harus rela didepak sepenuhnya dari perhitungan Indeks MSCI Global Small Cap.
Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin, saham INDF sebenarnya sempat menguat 1,10% ke level Rp6.900. Namun, penguatan ini dibayangi oleh aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing yang mencapai Rp9,77 miliar.
Mitigasi Risiko Pasar
Menyusul gejolak pasar modal Indonesia baru-baru ini, MSCI menerapkan kebijakan khusus berupa "pembekuan sementara" terhadap beberapa elemen evaluasi indeks.
Langkah ini diambil untuk menekan risiko perputaran indeks (turnover) dan menjaga aspek investabilitas bagi para manajer investasi global.
Baca Juga: Dihantam Kasus IPO, Ini Pembelaan Manajemen Baru PIPA
Beberapa poin pembatasan tersebut meliputi:
- Penangguhan Penambahan: MSCI tidak akan memasukkan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
- Pembatasan Volume: Seluruh rencana kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham beredar (Number of Shares/NOS) dibekukan untuk sementara.
- Larangan Migrasi Segmen: Tidak ada kenaikan kelas emiten dari kategori Small Cap ke Standard.
Untuk peninjauan periode Februari 2026 ini, MSCI hanya akan mengeksekusi perubahan free float yang bersifat sangat mendesak atau signifikan. Kriteria perubahan yang akan diimplementasikan terbatas pada:
Perubahan absolut pada FIF atau Domestic Inclusion Factor (DIF) dengan besaran minimal 0,15.
Penurunan nilai FIF/DIF bagi saham yang memiliki profil pro forma di bawah ambang batas 0,15.
Penyesuaian akibat perubahan batas kepemilikan asing (Foreign Ownership Limit/FOL).
Langkah selektif ini sengaja diambil oleh MSCI guna meminimalisir potensi terjadinya reverse turnover pada evaluasi besar berikutnya yang dijadwalkan pada Mei 2026 mendatang.
Berita Terkait
-
Apa itu FTSE Russell dan Dampaknya bagi Investor
-
Kinerja 2025 Moncer, Analyst Rekomendasikan 'BUY' Saham BRIS
-
IHSG Hari Ini Lagi Semringah, Naik 1,24% dan 578 Saham Melesat
-
FTSE Russell Bekukan Rebalancing Saham RI, Pjs Bos Bursa Buka Suara
-
IHSG Sempat Loyo Tapi Berbalik Terbang di Selasa Pagi, 322 Saham Hijau
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara
-
Kemendag Bakal Wajibkan Marketplace Transparan soal Biaya Admin Seller
-
Sejumlah SPBU Vivo di Jabodetabek Tutup, Netizen Heboh Keluhkan Isu Pembatasan Kuota
-
Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui
-
BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah
-
Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia
-
Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global
-
6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia
-
Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi
-
Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan