- IHSG menguat 1,96 persen mencapai level 8.290 pada penutupan perdagangan Rabu, 11 Februari 2026.
- Penguatan indeks didukung sektor energi, optimisme investor, kinerja emiten, serta faktor teknikal yang mendukung.
- Secara teknikal, Stochastic RSI naik dan histogram MACD menyempit, mengindikasikan potensi IHSG menguji 8.350-8.400.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lagi-lagi meroket lagi hingga akhir perdagangan, Rabu, 11 Februari 2026. IHSG naik 1,96 persen ke level 8.290.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, penguatan indeks ditopang lonjakan saham sektor energi yang mencatatkan kenaikan terbesar. Sebaliknya, sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang terkoreksi pada perdagangan hari ini.
Selain itu, penguatan IHSG didorong oleh meningkatnya optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia, rilis laporan kinerja keuangan emiten, serta faktor teknikal yang mendukung.
Kemudian, nilai tukar rupiah juga tercatat melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Secara teknikal, IHSG dinilai berhasil melanjutkan tren penguatan. Hal ini tercermin dari kenaikan indikator Stochastic RSI dan berlanjutnya penyempitan histogram negatif MACD. Volume beli juga tercatat meningkat, memperkuat sinyal positif di pasar.
"Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level 8.350-8.400 pada perdagangan Kamis (12/2)," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 58,24 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 29,70 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,31 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 570 saham bergerak naik, sedangkan 168 saham mengalami penurunan, dan 220 saham tidak mengalami pergerakan.
Baca Juga: Saham BUMI Meroket Usai 'Pertemuan Hambalang', Berapa Target Harganya?
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, PIPA, PADI, TRUE, TRUE, GMTD, IFSH, MINA, PSKT, SKBM, MSIN, TRON, RAJA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, NATO, SPRE, CASA, LION, VAST, KONI, DEFI, ALKA, AMOR, WGSH, INPP.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Terkuak! Prabowo yang Minta Mundur Bos OJK dan BEI Gegara Kasus MSCI
-
Cuan Gila! Modal Rp200 Ribu, Pria Malaysia Jual Domain ai.com Seharga Rp1,1 Triliun
-
Duit Nganggur Rp2.400 Triliun di Bank, OJK: Bisnis Masih Lesu, Butuh Indonesia Incorporated
-
Cara Menghitung Zakat Penghasilan atau Zakat Profesi dan Simulasinya
-
Dolar AS Keok, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp 16.786/USD
-
Kemenhub Beberkan Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel
-
Ingin Kampung Haji Sukses, Danantara Gaet Perusahaan Arab Saudi
-
Adik Kandung Ungkap Ada Pejabat 'Telur Busuk' Dekat Presiden Prabowo
-
Tensi Panas! Menteri KKP Gerah Dengan Tuduhan Menkeu Purbaya soal Proyek Kapal
-
Sambut Ramadan, Ini 5 Tips Jitu UMKM Dongkrak Penjualan di E-commerce