- PT BUMI per Januari 2026 menegaskan Anthoni Salim dan Nirwan Bakrie sebagai penerima manfaat akhir perusahaan.
- Mach Energy tetap pengendali mayoritas BUMI, sementara divestasi institusi meningkatkan porsi saham publik secara signifikan.
- Peningkatan *free float* dari 32,53% menjadi 41,31% membuka potensi peningkatan volume transaksi harian saham BUMI.
Suara.com - Raksasa batubara nasional, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), baru saja memperbarui informasi mengenai struktur kepemilikan dan penerima manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO) perusahaan.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) per akhir Januari 2026, manajemen menegaskan dua figur utama di balik kemudi BUMI adalah Anthoni Salim dan Nirwan Dermawan Bakrie.
Langkah ini memperjelas status kepemilikan yang sebelumnya pada laporan Desember 2025 hanya mencantumkan nama entitas "Kelompok Usaha Bakrie" dan "Kelompok Usaha Salim".
Kedua tokoh ini membawa pengaruh besar melalui berbagai emiten yang terafiliasi di pasar modal Indonesia:
Anthoni Salim (Salim Group): Memimpin gurita bisnis mulai dari sektor pangan melalui INDF dan ICBP, otomotif lewat IMAS, hingga investasi teknologi di DCII serta tambang tembaga-emas di AMMN.
Nirwan Dermawan Bakrie (Bakrie Group): Mengonsolidasikan kekuatan di sektor mineral melalui BRMS, jasa pertambangan DEWA, infrastruktur BNBR, hingga sektor energi hijau dan kendaraan listrik lewat VKTR. Selain itu, pengaruhnya mencakup sektor media (VIVA & MDIA) serta komoditas perkebunan (UNSP) dan migas (ENRG).
Perubahan Peta Kepemilikan dan Pengendali Utama
Secara struktur korporasi, Mach Energy (Hongkong) masih memegang kendali sebagai pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sekitar 170 miliar lembar saham atau setara 45,78%.
Selain itu, PT Bakrie Capital Indonesia turut dalam jajaran pengendali dengan porsi 1,18%, didukung oleh entitas afiliasi lainnya seperti Long Haul Holdings Ltd. dan PT Biofuel Indo Sumatra.
Baca Juga: Pengakuan Mengejutkan Nia Ramadhani: Lebih Nyaman dengan Teman daripada Ardi Bakrie
Perubahan signifikan juga terlihat pada beberapa pemegang saham institusi lainnya. Treasure Global tercatat melakukan divestasi sehingga kepemilikannya menyusut dari 8,08% menjadi 3,18%.
Hal serupa dilakukan oleh perwakilan Chengdong Investment melalui HSBC-Fund SVS A/C yang memangkas porsi dari 5,76% menjadi 2,81%.
Dinamika pelepasan saham oleh sejumlah entitas besar tersebut berdampak langsung pada meningkatnya likuiditas saham BUMI di pasar reguler. Berikut adalah rincian data per Januari 2026:
Porsi Free Float: Meningkat drastis dari 32,53% menjadi 41,31%.
Jumlah Saham Publik: Bertambah sekitar 39,1% menjadi 153,39 miliar saham.
Pertumbuhan Investor: Jumlah pemegang saham melonjak tajam hingga 51,74%. Kini terdapat 550.806 investor yang memiliki saham BUMI, bertambah lebih dari 187 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya.
Saat ini, komposisi kepemilikan BUMI terdiri dari porsi pengendali sebesar 46,96% (sekitar 174,39 miliar saham) dan porsi non-pengendali atau publik mencapai 53,04% (196,94 miliar saham).
Dengan porsi free float yang kini telah menembus angka 40%, saham BUMI memiliki peluang besar untuk meningkatkan volume transaksi harian di bursa.
Berita Terkait
-
Saham BUMI Meroket Usai 'Pertemuan Hambalang', Berapa Target Harganya?
-
Prabowo Terima Audiensi 5 Pengusaha di Hambalang, Anthony Salim hingga Sugianto Kusuma Hadir
-
Diterpa Hoaks Cerai, Nia Ramadhani Emosi Sebut Perasaan Anak Terluka
-
Nia Ramadhani Bantah Isu Cerai dengan Ardi Bakrie: Kami Baik-Baik Saja
-
Ketika Langit Membunuh Hujan
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Presiden Prabowo Perintahkan Tekan Cash Outflow Ekonomi Haji
-
Rupiah Melemah Terus, Menkeu: Saya Tidak Bisa Kendalikan
-
Tips Mengajukan KPR Subsidi via Bank BTN Agar Diterima
-
Perusahaan Global Berebut Proyek Energi Hijau Indonesia, Saham-saham Ini Ikut Menguat
-
Prospek Properti Negara Tetangga dan Proyeksi Pasar Global Tahun 2026
-
Purbaya Mengaku Belum Diajak Bicara Istana soal Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN
-
Apindo Berharap Perjanjian Dagang RI-AS Pangkas Tarif Industri Padat Karya
-
PNM Raih Apresiasi Internasional, Komitmen Perluas Pemberdayaan Perempuan Lewat Orange Bonds
-
Pajak Kendaraan Jateng Naik Drastis, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Arus Kendaraan Mudik Diproyeksi Naik 7%, Bisa Picu Potensi Macet di Pelabuhan