- Rupiah melemah 0,12% menjadi Rp16.849 per dolar AS pada pembukaan Jumat pagi, 12 Februari 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu sentimen global dan kenaikan kembali (rebound) nilai tukar dolar Amerika Serikat.
- Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, kecuali dolar Hong Kong yang mengalami penguatan tipis.
Suara.com - Nilai tukar rupiah belum bisa bangkit terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan Jumat pagi (12/2/2026).
Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak di sekitar level Rp16.849 per dolar AS. Mata uang lokal pun melemah 0,12 persen dibandingkan penutupan Kamis (12/2/2026) ada di level Rp16.828.
Sedangkan kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp16.826. Pelemahan ini terjadi dikarenakan sentimen global. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan dolar mengalami rebound.
"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS, dengan potensi melemah di tengah sentimen risk off dari sell off AI di AS," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, rupiah pun akan melanjutkan pelemahan. Sehingga Bank Indonesia (BI) diperlukan intervensi agar pelemahan mata uang garuda tidak dalam.
" Diperkirakan akan berimbas ke Asia dan menekan rupiah serta IHSG, range 16.750-16.900," jelasnya.
Di Asia, mayoritas mata uang kompak melemah terhadap dolar AS pagi ini. Yen Jepang mencatat pelemahan terdalam yakni 0,32 persen.
Disusul won Korea yang melemah 0,30 persen. Lalu, ada ringgit Malaysia melemah 0,23 persen dolar Taiwan melemah 0,22 persen.
Disusul, baht Thailand melemah 0,13 persen. Lalu ada yuan China melemah 0,10 persen, dolar Singapura melemah 0,10 persen. dan peso Filipina yang melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Melemah Terus, Menkeu: Saya Tidak Bisa Kendalikan
Sedangkan dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS pagi ini dengan kenaikan 0,01 persen.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 96,99, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 96,92.
Berita Terkait
-
BI Catat Asing Bawa Kabur Dananya Rp 12,40 Triliun dari Pasar Saham
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
AXA Mandiri Kenalkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS, Ini Keuntungannya
-
Meski IHSG Rebound, Rupiah Justru Ambles ke Level Rp 16,797 Pagi Ini
-
Rupiah Kembali Melemah Terseret Sentimen Global
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?