- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,31% akibat aksi jual bersih asing signifikan senilai Rp2,03 triliun.
- Investor asing mencatatkan beli bersih terbesar pada BMRI, TINS, INCO, TLKM, dan BBTN di tengah pelemahan IHSG.
- Bursa Wall Street tertekan saham teknologi karena isu AI, sementara Nikkei Jepang mencetak rekor tertinggi didorong optimisme politik.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa kurang memuaskan pada perdagangan kemarin dengan ditutup melemah 0,31%.
Pelemahan ini diperburuk oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai angka signifikan, yakni sekitar Rp2,03 triliun.
Beberapa saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal asing, di antaranya adalah BBCA, BUMI, DEWA, ANTM, dan BREN.
5 Saham dengan Pembelian Asing Terbesar
Meskipun secara keseluruhan terjadi net sell, investor asing terpantau masih mengoleksi sejumlah saham utama. Berikut adalah daftar emiten dengan akumulasi beli bersih asing tertinggi:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI): Rp330,59 miliar
PT Timah Tbk. (TINS): Rp154,92 miliar
PT Vale Indonesia Tbk. (INCO): Rp61,54 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM): Rp54,18 miliar
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN): Rp52,12 miliar
Proyeksi Pasar dan Ide Trading Hari Ini
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP®, memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih rentan terhadap koreksi lanjutan. Berikut adalah level teknikal yang perlu dicermati:
Support IHSG: 8130 - 8200
Resist IHSG: 8330 - 8430
Baca Juga: Daftar Saham Milik Pengusaha Elite yang Temui Presiden Prabowo Pekan Ini
Sebagai panduan bagi para trader, BNI Sekuritas memberikan beberapa Trading Idea untuk hari ini, meliputi saham: UNTR, ASII, PGAS, UNVR, KIJA, dan MYOR.
Kekhawatiran AI di Wall Street & Rekor Nikkei
Wall Street Memerah Akibat Saham Teknologi Bursa AS ditutup merosot pada perdagangan Kamis (12/2). Investor cenderung melakukan aksi jual pada saham teknologi besar karena meningkatnya kekhawatiran terkait disrupsi Artificial Intelligence (AI).
Nasdaq: Turun tajam 2,03%.
S&P 500: Melemah 1,57%.
Dow Jones: Terkoreksi 1,34%. Saham Cisco anjlok 12,3% akibat margin laba di bawah ekspektasi, yang kemudian menyeret saham raksasa lain seperti Apple dan Nvidia. Selain itu, sektor transportasi juga tertekan hebat akibat kekhawatiran gangguan operasional berbasis AI.
Berita Terkait
-
Nagita Slavina Mau Caplok Saham VISI, Siap-siap Dapat Utang
-
Perusahaan Global Berebut Proyek Energi Hijau Indonesia, Saham-saham Ini Ikut Menguat
-
Keasikan Terbang, IHSG Justru Melorot Imbas Aksi Ambil Untung
-
Daftar Emiten RI yang Turun Kasta Versi MSCI
-
Siapa Pemilik Saham PT Puradelta Lestari Tbk? Ini Profilnya
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina