Bisnis / Makro
Jum'at, 13 Februari 2026 | 08:14 WIB
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,31% akibat aksi jual bersih asing signifikan senilai Rp2,03 triliun.
  • Investor asing mencatatkan beli bersih terbesar pada BMRI, TINS, INCO, TLKM, dan BBTN di tengah pelemahan IHSG.
  • Bursa Wall Street tertekan saham teknologi karena isu AI, sementara Nikkei Jepang mencetak rekor tertinggi didorong optimisme politik.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa kurang memuaskan pada perdagangan kemarin dengan ditutup melemah 0,31%.

Pelemahan ini diperburuk oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai angka signifikan, yakni sekitar Rp2,03 triliun.

Beberapa saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal asing, di antaranya adalah BBCA, BUMI, DEWA, ANTM, dan BREN.

5 Saham dengan Pembelian Asing Terbesar

Meskipun secara keseluruhan terjadi net sell, investor asing terpantau masih mengoleksi sejumlah saham utama. Berikut adalah daftar emiten dengan akumulasi beli bersih asing tertinggi:

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI): Rp330,59 miliar
PT Timah Tbk. (TINS): Rp154,92 miliar
PT Vale Indonesia Tbk. (INCO): Rp61,54 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM): Rp54,18 miliar
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN): Rp52,12 miliar

Proyeksi Pasar dan Ide Trading Hari Ini

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP®, memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih rentan terhadap koreksi lanjutan. Berikut adalah level teknikal yang perlu dicermati:

Support IHSG: 8130 - 8200
Resist IHSG: 8330 - 8430

Baca Juga: Daftar Saham Milik Pengusaha Elite yang Temui Presiden Prabowo Pekan Ini

Sebagai panduan bagi para trader, BNI Sekuritas memberikan beberapa Trading Idea untuk hari ini, meliputi saham: UNTR, ASII, PGAS, UNVR, KIJA, dan MYOR.

Kekhawatiran AI di Wall Street & Rekor Nikkei

Wall Street Memerah Akibat Saham Teknologi Bursa AS ditutup merosot pada perdagangan Kamis (12/2). Investor cenderung melakukan aksi jual pada saham teknologi besar karena meningkatnya kekhawatiran terkait disrupsi Artificial Intelligence (AI).

Nasdaq: Turun tajam 2,03%.

S&P 500: Melemah 1,57%.

Dow Jones: Terkoreksi 1,34%. Saham Cisco anjlok 12,3% akibat margin laba di bawah ekspektasi, yang kemudian menyeret saham raksasa lain seperti Apple dan Nvidia. Selain itu, sektor transportasi juga tertekan hebat akibat kekhawatiran gangguan operasional berbasis AI.

Fenomena "Takaichi Trade" Berbeda dengan AS, bursa Asia bergerak variatif. Sorotan utama tertuju pada Nikkei 225 Jepang yang sempat menembus level 58.000 untuk pertama kalinya. Reli ini dipicu oleh optimisme politik pasca-kemenangan besar Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Pasar menilai kemenangan ini memberikan mandat kuat bagi agenda ekonomi yang pro-korporasi di Jepang. Namun, di sisi lain, Hang Seng Hong Kong harus melemah 0,86%, sementara Kospi Korea Selatan justru terbang 3,13%.

Pelaku pasar global kini dalam posisi wait and see menanti rilis data inflasi AS (Januari) pada hari Jumat, yang akan menjadi petunjuk krusial arah kebijakan moneter ke depan.


DISCLAIMER: Ulasan pasar ini bersifat informatif berdasarkan data perdagangan terkini dan kajian harian BNI Sekuritas per 13 Februari 2026. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Pergerakan saham memiliki risiko tinggi yang dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan domestik. Investor disarankan untuk selalu menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing.

Load More