- Digitalisasi dan kreativitas jadi syarat utama saing di pasar global.
- Sertifikasi internasional dan Bahasa Inggris tingkatkan nilai tawar pekerja.
- Profesionalisme global harus tetap membawa fondasi budaya Indonesia.
Suara.com - Industri pariwisata Indonesia tengah berada di persimpangan jalan. Di tengah gempuran teknologi digital dan perubahan pola perjalanan wisatawan pascapandemi, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang adaptif dan berstandar internasional kini menjadi harga mati untuk memenangkan persaingan global.
Rektor Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI), Ariani Kusumo Wardhani, mengungkapkan bahwa sektor pariwisata tidak lagi bisa hanya mengandalkan layanan konvensional. Integrasi antara teknologi, strategi bisnis, dan kreativitas menjadi ekosistem baru yang wajib dikuasai para pemain industri.
"Pariwisata saat ini tidak berdiri sendiri. Ia berkelindan dengan teknologi, bisnis, dan kreativitas. SDM harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut," ujar Ariani dalam keterangannya saat peresmian kampus IPTI di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026).
Ariani menekankan, selain penguasaan aspek digital, kemampuan komunikasi internasional—khususnya Bahasa Inggris serta sertifikasi kompetensi global menjadi syarat mutlak agar tenaga kerja lokal tidak kalah saing dengan tenaga kerja asing.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Menara Bhakti, Nurani Pujiastuti, menilai investasi di bidang pendidikan pariwisata adalah strategi jangka panjang bagi ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa profesionalisme harus tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.
“SDM pariwisata harus profesional, beretika, dan mampu membawa nilai lokal ke level internasional,” tegas Nurani.
Untuk mendukung visi tersebut, institusi pendidikan kini mulai memperkuat fasilitas praktik berstandar dunia, mulai dari dapur hingga restoran operasional. Selain itu, kolaborasi antara pendidikan menengah dan tinggi diperketat guna memastikan kurikulum yang diajarkan selaras dengan kebutuhan pasar kerja terkini.
Dengan penguatan SDM yang komprehensif, pariwisata Indonesia diharapkan tidak sekadar pulih, namun mampu tampil kompetitif sebagai pemain utama di pasar internasional.
Baca Juga: Xiaomi Pimpin Pasar Smartphone Indonesia 2025, Siap Gas Ekspansi Ekosistem Human x Car x Home
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
Terkini
-
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen
-
Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Tembus Rp 9.637 Triliun
-
UU APBN 2026 Digugat Gegara MBG, Purbaya: Kalau Lemah Pasti Kalah
-
Ditunjuk Jadi Dirut HUMI, Mantan Bos Garuda Indonesia Ari Askhara Resign dari GTSI
-
Pengiriman Perdana Proyek Pipa Gas DumaiSei Mangkei Dimulai, Total Jaringan Capai 540 Kilometer
-
Sektor Riil Wait and See, Bos BRI: Kredit Melambat Bukan Karena Likuiditas Kering
-
IHSG Tiba-tiba Merosot di Sesi Pertama Kembali ke Level 8.200, Ini Pemicunya
-
Ormat Technologies: Pendirinya Orang Israel, Punya Gurita Bisnis di Indonesia
-
Lowongan Kerja BPJS Kesehatan untuk Semua Jurusan, Deadline 28 Februari
-
Harga Bitcoin Makin Sulit Tembus Level USD 70.000, Ini Penyebabnya