- Total utang Pemerintah mencapai Rp 9.637,90 triliun, setara 40,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
- Rasio utang Indonesia dinilai aman karena masih lebih rendah dibanding negara seperti Malaysia dan Singapura.
- Defisit APBN 2025 mendekati 2,92 persen PDB untuk ekspansi fiskal mendorong pemulihan ekonomi.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau total utang Pemerintah yang tembus Rp 9.637,90 triliun atau setara 40,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menkeu Purbaya menyebut kalau rasio utang RI masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia dengan 64 persen terhadap PDB 2025, Thailand 63,5 persen, bahkan Singapura dengan 165-170 persen terhadap PDB.
"Dengan standar itu, kita masih aman," kata Purbaya, dikutip dari Antara, Kamis (19/2/2026).
Bendahara Negara juga menegaskan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada di bawah 3 persen terhadap PDB, meskipun di tahun 2025 hampir mendekati dengan 2,92 persen.
Purbaya beralasan kalau defisit APBN nyaris 3 persen adalah upaya Pemerintah untuk memanfaatkan ruang yang tersedia demi mendorong pemulihan ekonomi.
"Jadi strategi kita adalah memaksimalkan defisit yang ada untuk memastikan ekonomi berbalik arah. Dan memastikan ekonomi berbalik arah kan. Itu sebetulnya strategi yang amat smart. Kita enggak lewati 3 persen, ekspansi fiskal, kasih stimulus ke ekonomi, ekonominya balik," beber dia.
Ia menilai pendekatan tersebut sebagai langkah yang tepat untuk menjaga momentum pertumbuhan tanpa melampaui batas disiplin fiskal.
Lebih lanjut Purbaya mengaku tidak ingin gegabah mengambil kebijakan yang justru berisiko menekan daya beli dan membuat ekonomi kembali terpuruk.
Baca Juga: UU APBN 2026 Digugat Gegara MBG, Purbaya: Kalau Lemah Pasti Kalah
Berita Terkait
-
UU APBN 2026 Digugat Gegara MBG, Purbaya: Kalau Lemah Pasti Kalah
-
Utang Negara Tembus Rp7.282 Triliun di Akhir 2025, Ini Penjelasan BI
-
Ramalan Ekonomi 2026: Dunia Makin 'Gila', Prediksi Bisa Zonk dalam Semalam
-
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.282 Triliun, Ini Penjelasan BI
-
Habibie dan Etika Politik yang Hilang:Ketika Negara Menjadi Utang Politik
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
Terkini
-
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen
-
Daya Saing Pariwisata RI Lemah? SDM Harus Adaptif dan Melek Digital!
-
UU APBN 2026 Digugat Gegara MBG, Purbaya: Kalau Lemah Pasti Kalah
-
Ditunjuk Jadi Dirut HUMI, Mantan Bos Garuda Indonesia Ari Askhara Resign dari GTSI
-
Pengiriman Perdana Proyek Pipa Gas DumaiSei Mangkei Dimulai, Total Jaringan Capai 540 Kilometer
-
Sektor Riil Wait and See, Bos BRI: Kredit Melambat Bukan Karena Likuiditas Kering
-
IHSG Tiba-tiba Merosot di Sesi Pertama Kembali ke Level 8.200, Ini Pemicunya
-
Ormat Technologies: Pendirinya Orang Israel, Punya Gurita Bisnis di Indonesia
-
Lowongan Kerja BPJS Kesehatan untuk Semua Jurusan, Deadline 28 Februari
-
Harga Bitcoin Makin Sulit Tembus Level USD 70.000, Ini Penyebabnya