- Permintaan hotel di Bandung bergeser dari musiman menjadi stabil sepanjang tahun karena perjalanan singkat dan kegiatan rutin.
- Mayoritas pemesanan hotel didominasi kunjungan satu hingga dua malam, dengan 80% pemesanan dilakukan secara mendadak.
- Faktor seperti kedekatan dengan Jakarta dan infrastruktur Whoosh menopang peningkatan kunjungan serta pendapatan hotel mitra RedDoorz.
Suara.com - Perusahaan teknologi perhotelan, RedDoorz, menilai ada pergeseran tren yang signifikan mengenai permintaan hotel , khususnya di Bandung dalam beberapa tahun terakhir.
Jika sebelumnya tingkat hunian kamar sangat dipengaruhi musim liburan dan akhir pekan panjang, kini permintaan tamu cenderung lebih stabil sepanjang tahun.
Perubahan ini dipicu oleh meningkatnya perjalanan singkat, liburan akhir pekan, kegiatan pendidikan, hingga berbagai acara yang rutin digelar di Kota Kembang. Bandung tidak lagi sekadar destinasi musiman, tetapi menjadi kota yang dikunjungi secara berkala dengan durasi menginap lebih pendek.
“Bandung bertransformasi dari kota liburan menjadi destinasi dengan permintaan rutin," ujar Ronald Tjandra, General Manager Area West & Central Java, RedDoorz.
"Tamu kini datang lebih sering dengan durasi menginap lebih singkat. Bagi hotel, ini berarti okupansi yang lebih stabil sepanjang bulan,” imbuhnya.
RedDoorz mencatat sejumlah perubahan perilaku tamu di Bandung. Sebanyak 96% pemesanan didominasi oleh durasi menginap satu hingga dua malam, sementara 80% pemesanan kamar dilakukan secara last-minute.
Tren ini menunjukkan bahwa Bandung semakin dipilih sebagai destinasi spontan untuk short getaway, bukan lagi hanya sekadar perjalanan liburan panjang.
Bagi para pemilik hotel, pola permintaan yang lebih konsisten membawa dampak positif terhadap bisnis. Sejumlah mitra RedDoorz di Bandung mencatat kenaikan tingkat hunian, pendapatan yang lebih stabil setiap bulan, serta jangkauan pasar yang semakin luas melalui distribusi digital.
Salah satu pemilik hotel yang bergabung dengan jaringan multi-brand RedDoorz melalui Uranview sejak awal 2024 mengaku mengalami peningkatan penjualan kamar sepanjang 2025.
Baca Juga: Umrah Mandiri Makin Diminati: Panduan Lengkap Rencanakan Ibadah Fleksibel dari Visa sampai Hotel
Jumlah kamar terjual mencapai ribuan unit dan pendapatan hotel ikut terdongkrak secara signifikan.
Saat ini RedDoorz telah bekerja sama dengan lebih dari 200 hotel independen di Bandung. Pada periode Natal dan Tahun Baru 2025, jumlah pemesanan kamar tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan permintaan yang tetap kuat.
Secara umum, Bandung memiliki daya tarik yang mendukung permintaan berkelanjutan.
Letaknya yang dekat dengan Jakarta, banyaknya institusi pendidikan, agenda acara yang aktif, serta kekuatan di sektor kuliner dan gaya hidup membuat kota ini terus dikunjungi sepanjang tahun.
Perkembangan infrastruktur juga memperkuat tren tersebut. Kehadiran kereta cepat Whoosh rute Jakarta–Bandung mempersingkat waktu tempuh dan meningkatkan mobilitas penumpang. Jumlah pengguna layanan ini terus bertambah, yang berdampak pada naiknya kunjungan ke Bandung.
Ke depan, rencana pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road pada 2026 diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan memperlancar pergerakan di dalam kota. Jika akses semakin mudah, sektor pariwisata dan perhotelan diperkirakan akan ikut tumbuh.
Berita Terkait
-
Umrah Mandiri Makin Diminati: Panduan Lengkap Rencanakan Ibadah Fleksibel dari Visa sampai Hotel
-
Pemerintah Resmi Ajukan Permohonan Eksekusi Hotel Sultan
-
Sasar Seminar Hotel Mewah, Maling Berlanyard Ternyata Petakan Kegiatan Sebelum Beraksi
-
7 Fakta Hotel Borobudur yang Menjadi Lokasi Sidang Isbat, Berapa Biayanya?
-
Nyamar Pakai Batik dan Lanyard, Pencuri Spesialis Hotel Mewah Jakarta Akhirnya Ditangkap
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?
-
BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026
-
Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah
-
Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen
-
Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi
-
Harga Plastik Melonjak, Komisi XII DPR Koordinasi dengan Kemenperin
-
Harga Pangan Bergerak Liar, Bawang Naik Tajam, Cabai Ambruk
-
Bahlil Jamin LPG Tak Langka, Stok Sudah di Atas 10 Hari
-
Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS
-
Harga Emas Antam Turun Drastis, Kembali Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram