- Rupiah menguat tipis pada Jumat, 20 Februari 2026, ditutup di Rp 16.888 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.
- Penguatan rupiah ini terjadi karena adanya intervensi Bank Indonesia yang bertujuan menstabilkan mata uang dianggap *undervalued*.
- Kekuatan rupiah diprediksi tidak bertahan lama sebab neraca transaksi berjalan Indonesia kembali defisit pada kuartal keempat 2025.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah menguat tipis pada penutupan, Jumat, 20 Februari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup Rp 16.888 per dolar Amerika Serikat (AS).
Penguatan ini membuat mata uang garuda masuk di zona hijau dan naik 0,03 persen dibanding penutupan pada Kamis (19/2/2026) yang berada di level Rp 16.894 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.885 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah karena Bank Indonesia (BI) mulai intervensi.
"Rupiah berhasil berbalik menguat tipis terhadap dolar AS oleh usaha BI yang meningkatkan intervensi menstabilkan Rupiah yang dinilai masih undervalued," ujarnya saat dihubungi Suara.com.
Lukman menambahkan, jika tidak ada intevensi, rupiah sebenarnya masih tertekan oleh penguatan dolar AS.
"Penguatan rupiah tidak bertahan lama karena data menunjukkan neraca transaksi berjalan Indonesia kembali ke defisit di kuartal keempat 2025," jelasnya.
Sedangkan rupiah menguat Bersama ringgit Malaysia dan won Korea, dengan penguatan masing-masing 0,4 persen, 0,12 persen dan 0,06 persen.
Sementara itu, mayoritas mata uang di Asia masih melemah terhadap dolar AS sore ini. Rupee India mencatat pelemahan terdalam yakni 0,33 persen, disusul yen Jepang yang melemah 0,30 persen.
Baca Juga: Rupiah Masih Meriang, Dolar AS Sentuh Level Rp16.908
Diikuti oleh peso Filipina melemah 0,26 persen, dolar Taiwan melemah 0,23 persen. Lalu, dolar Singapura melemah 0,09 persen, baht Thailand melemah 0,03 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen terhadap dolar AS.
Saat ini, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 97,92.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
Terkini
-
Investor Asing Masih Jual Saham Rp365 Miliar di Sesi I, Tapi BBCA Tetap Diserok
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
Usai IPO, Saham JELI Langsung ARA
-
BI Tak Agresif Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T
-
Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit
-
Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025
-
Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%
-
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990
-
Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram
-
Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900