- Megawati Soekarnoputri tercatat memiliki 1,18% saham di PT Sentul City Tbk (BKSL).
- Government of Norway turut mendekap 1,16% saham BKSL per Februari 2026.
- BEI buka data pemilik saham 1% demi penuhi standar indeks global MSCI & FTSE.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai melakukan langkah berani dengan "buka-bukaan" data kepemilikan saham hingga 1 persen. Hasilnya cukup mengejutkan dimana sejumlah nama tokoh nasional hingga institusi global terdeteksi mendekam di deretan emiten properti, PT Sentul City Tbk (BKSL).
Berdasarkan data kepemilikan saham per 27 Februari 2026, nama Presiden ke-5 RI, Hj Megawati Taufiq, tercatat menguasai 1,97 miliar lembar saham atau setara dengan 1,18% porsi kepemilikan di BKSL.
Kemunculan nama Ketua Umum PDI Perjuangan ini menjadi sorotan di tengah kebijakan baru bursa yang kini merinci pemilik saham mulai dari ambang batas (threshold) 1%. Selama ini, publik hanya bisa memantau pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5%.
Tak hanya nama Megawati, BKSL juga tercatat dihuni oleh pengelola dana pensiun terbesar di dunia, Government of Norway. Institusi asal Norwegia tersebut menggenggam 1,94 miliar saham atau sekitar 1,16%.
Untuk posisi pengendali, PT Sakti Generasi Perdana masih menjadi penguasa mutlak dengan kepemilikan raksasa mencapai 109,462 miliar saham atau setara 65,27%.
Daftar pemegang saham signifikan lainnya di BKSL meliputi:
- Stella Isabella Djohan: 11,23 miliar saham (6,70%).
- PT Samuel Sekuritas Indonesia: 9,24 miliar saham (5,51%).
- PT Bukit Wahana Gemilang: 3,60 miliar saham (2,15%).
Langkah BEI "menguliti" data investor ini bukan tanpa alasan. Transparansi radikal ini merupakan bagian dari upaya pembenahan agar pasar modal Indonesia memenuhi standar indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange (FTSE).
Reformasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap akuntabilitas dan keterbukaan informasi emiten di Tanah Air.
Baca Juga: Mengapa Banyak Orang Terjebak 'Mimpi Jadi Kaya' di Ponsel? Detektif Jubun Buka Suara
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
THR 2026 Kena Pajak, Kok Bisa?
-
Gempur Pasar Modal, Transaksi Aplikasi Investasi Ini Tembus Rp107 T Bulan Lalu
-
Mudik Gratis Naik Kereta! Kemenhub Buka 28 Ribu Tiket Motis Lebaran 2026
-
Isu Deforestasi, Pemerintah Yakinkan Buyer Jepang Soal Wood Pellet Gorontalo
-
SKK Migas Ungkap Potensi Besar Asuransi di Balik Agresivitas Pengeboran
-
Memahami Arsitektur Pasar Kripto Indonesia: Antara Bursa Kripto CFX dan ICC
-
Industri Kripto Tumbuh, Ini Daftar Anggota Bursa Kripto CFX per Februari 2026
-
DJP Garap Coretax Mobile, Bisa Dipakai di Android dan iPhone
-
Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya
-
Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen