- IHSG melemah 0,14 persen menjadi 7.699 pada pembukaan perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, akibat sentimen negatif global.
- Pelemahan bursa dipicu ketidakpastian geopolitik yang menyebabkan indeks saham utama AS ditutup terkoreksi pada hari sebelumnya.
- Data BEI menunjukkan 323 saham bergerak turun sementara nilai transaksi mencapai Rp 1,15 triliun hingga pukul 09.05 WIB.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali loyo pada awal perdagangan, Jumat, 6 Maret 2026. IHSG memerah 0,14 persen ke level 7.699.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih merosot 0,50 persen ke level 7.672.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,27 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,15 triliun, serta frekuensi sebanyak 148.700 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 179 saham bergerak naik, sedangkan 323 saham mengalami penurunan, dan 456 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ENZO, ALKA, ROCK, SKBM, ELPI, OILS, PSDN, INAI, BESS, SOFA, LAJU.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, DATA, UDNG, YPAS, INDS, SOTS, LCKM, ARGO, HBAT, KOTA, PORT, PPRI.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Jumat. Tekanan datang dari sentimen negatif pasar global yang dipicu meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Berdasarkan riset Samuel Sekuritas, kondisi tersebut memicu pelemahan bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (5/3).
Baca Juga: Megawati Soekarnoputri Muncul di Daftar Pemegang Saham Sentul City (BKSL), Kempit 1,97 Miliar Lembar
Pasar saham AS ditutup di zona merah dengan penurunan pada tiga indeks utamanya. Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1,61 persen ke level 47.955, diikuti S&P 500 yang turun 0,56 persen ke 6.831, serta Nasdaq yang melemah 0,26 persen.
Pelemahan tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong harga minyak melonjak hingga menembus level USD80 per barel. Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran investor terhadap dampaknya pada pertumbuhan ekonomi global.
Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun juga tercatat naik 0,99 persen menjadi 4,136 persen. Pada saat yang sama, Indeks Dolar AS menguat 0,55 persen ke level 99,32.
Samuel Sekuritas menilai kondisi global tersebut berpotensi menekan pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.
"Hari ini, kami memperkirakan JCI akan turun seiring sentimen negatif di pasar global dan regional akibat ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung," tulis riset Samuel Sekuritas.
Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Minyak Brent tercatat melonjak 4,9 persen ke level USD85 per barel. Harga batu bara ICE juga naik 1,8 persen ke USD135 per ton, sementara minyak kelapa sawit (CPO) Malaysia menguat 0,7 persen ke level MYR4.207 per ton.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
Terkini
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486
-
Satgas PASTI Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Tawarkan Bunga 4,17% per Bulan
-
Bank Jakarta Siap Jadi "Mesin Keuangan" Kota, Bidik Hubungkan Warga, UMKM hingga Investor
-
Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp 2.743.000/Gram
-
Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan
-
Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini, Senin 8 Juni 2026
-
Bank Jakarta Pasang Target Jadi Financial Operating System, Bidik UMKM hingga Pembiayaan Rumah