- Harga minyak mentah dunia pada Senin (9/3/2026) melampaui $100, mencapai sekitar $108 per barel akibat penutupan Selat Hormuz.
- Eskalasi konflik antara Iran dan koalisi AS-Israel menyebabkan beberapa produsen Teluk mengurangi produksi akibat gangguan logistik vital tersebut.
- Pemerintah Indonesia melakukan uji stres anggaran karena kenaikan harga minyak berisiko menyebabkan defisit APBN melebihi batas aman fiskal.
Suara.com - Pasar energi dunia kembali terguncang setelah harga minyak mentah melampaui level psikologis $100 per barel. Lebih tepatnya, berdasarkan pengamatan live update Tim Bisnis Suara.com, harga minyak mentah berada di kisaran US$ 108 pada hari ini, Senin (9/3/2026), setelah sempat menyentuh angka US$ 110.
Kondisi ini dipicu oleh penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi perang antara Iran dan koalisi AS-Israel, yang mengganggu jalur distribusi energi global paling vital.
Sejumlah produsen besar minyak di kawasan Teluk terpaksa melakukan pengurangan produksi karena jalur logistik yang terhambat. Data terkini mencatat:
Kuwait: Mengambil langkah preventif dengan memangkas produksi minyak dan hasil kilang akibat ancaman keamanan di Selat Hormuz.
Irak: Produksi dari tiga ladang minyak utama di wilayah selatan dilaporkan anjlok hingga 70%, menjadi hanya 1,3 juta barel per hari, jauh merosot dari level sebelum perang yang mencapai 4,3 juta barel.
Uni Emirat Arab: Melakukan penyesuaian produksi lepas pantai karena kapasitas penyimpanan di terminal pengapalan yang sudah penuh.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang menopang sekitar 20% konsumsi minyak dunia. Ketakutan akan risiko serangan militer membuat banyak operator tanker menghindari kawasan ini, menyebabkan penumpukan stok yang tidak tersalurkan.
Kenaikan harga minyak dunia ini menjadi perhatian serius Pemerintah Indonesia. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa pada Jumat lalu, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan uji stres (stress test) terhadap ketahanan anggaran negara.
Dalam simulasi pemerintah, jika harga minyak global konsisten berada di level $92 per barel, defisit APBN berisiko membengkak hingga 3,6% terhadap PDB, melampaui batas aman fiskal yang ditetapkan.
Baca Juga: Wamenkeu Klaim Defisit APBN Masih Aman Meski Ada Perang AS-Israel-Iran
Untuk menghadapi skenario terburuk tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah opsi mitigasi:
- Efisiensi Anggaran: Melakukan penghematan pada pos-pos belanja negara yang dinilai tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
- Penyesuaian Kebijakan Energi: Menteri Keuangan menegaskan bahwa pemerintah memiliki pengalaman historis dalam menghadapi krisis harga energi, seperti pada tahun 2005 saat penyesuaian harga BBM dilakukan secara drastis untuk menjaga stabilitas fiskal.
- Optimisme Pasar: Purbaya juga mencatat bahwa harga minyak yang sangat tinggi biasanya bersifat sementara (temporary). Peningkatan produksi dari negara non-Timur Tengah, seperti AS yang kembali mengaktifkan eksplorasi di Alaska dan potensi pasokan dari Venezuela, diyakini mampu menstabilkan kembali harga di masa depan.
Pemerintah sendiri masih meyakini bahwa selama harga minyak berada di kisaran $72 per barel, kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam kategori aman dan terkendali.
Dengan demikian, seiring harga minyak mentah dunia yang menembus harga US$ 108 per hari ini, diperkirakan pemerintah akan mulai memperketat anggaran.
Langkah-langkah strategis akan terus dimatangkan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga meskipun dunia sedang menghadapi gejolak pasokan energi.
Berita Terkait
-
Pasar Saham dan Bitcoin Terancam Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia
-
Harga Minyak Mentah Meroket, Tembus Level di Atas US$ 100 per Barel
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan
-
Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
-
Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?
-
Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya
-
Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli
-
Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari