- Harga minyak mentah global menembus $100 per barel pada Minggu (8/3/2026) akibat penutupan Selat Hormuz.
- Gangguan distribusi Selat Hormuz yang vital memaksa Kuwait, Irak, dan UEA melakukan penyesuaian produksi minyak darurat.
- Menteri Energi AS menyatakan fokus pemerintah adalah memulihkan lalu lintas Selat Hormuz yang diperkirakan butuh beberapa minggu.
Suara.com - Pasar energi global mengalami lonjakan drastis pada Minggu (8/3/2026) setelah harga minyak mentah menembus level psikologis $100 per barel.
Lonjakan ini dipicu oleh terhentinya jalur distribusi vital melalui Selat Hormuz akibat eskalasi perang Iran yang masih berlangsung.
Pergerakan harga di pasar berjangka menunjukkan lonjakan tajam:
- West Texas Intermediate (WTI): Melonjak 18,98% atau naik $17,25 menjadi $108,15 per barel.
- Brent: Benchmark global ini naik 16,19% atau $15,01 menjadi $107,70 per barel.
Pekan lalu, minyak mentah AS bahkan mencatatkan rekor kenaikan sekitar 35%, yang merupakan lonjakan terbesar dalam sejarah perdagangan berjangka sejak 1983.
Kondisi ini membawa harga minyak kembali ke level tiga digit, yang terakhir kali terjadi saat invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Dilaporkan CNBC, penutupan Selat Hormuz—jalur yang menampung sekitar 20% konsumsi minyak dunia—memaksa negara-negara produsen utama di Teluk Arab melakukan penyesuaian produksi secara darurat karena kapasitas penyimpanan yang terbatas:
Kuwait: Mengumumkan pemotongan produksi secara preventif karena ancaman Iran terhadap keamanan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Irak: Produksi dari tiga ladang minyak utama di wilayah selatan dilaporkan anjlok sebesar 70%, dari 4,3 juta barel per hari (bpd) menjadi hanya 1,3 juta bpd.
Uni Emirat Arab (UEA): Melakukan manajemen ketat pada level produksi lepas pantai untuk menyesuaikan dengan keterbatasan ruang penyimpanan.
Baca Juga: Ribuan Berkas Epstein Files Mendadak Hilang, Banyak Singgung Donald Trump
Perusahaan pengapalan internasional dilaporkan menunda transit melalui jalur sempit tersebut karena kekhawatiran tinggi akan potensi serangan militer oleh Iran terhadap kapal tanker.
PresidenAS Donald Trump mengklaim bahwa perang telah "dimenangkan", namun situasi di lapangan masih menunjukkan ketegangan tinggi, dengan Iran menunjuk Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ayatollah Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi baru.
Menteri Energi AS, Chris Wright, menyatakan bahwa pemerintah AS fokus untuk melumpuhkan kemampuan Iran dalam mengancam kapal tanker agar lalu lintas Selat Hormuz dapat pulih.
"Kami sedang berupaya agar lalu lintas kapal di Selat Hormuz dapat kembali normal," ujar Wright dalam wawancara dengan CNN.
Meski mengakui bahwa kondisi saat ini masih jauh dari normal, ia memperkirakan pemulihan penuh dapat memakan waktu beberapa minggu, bukan berbulan-bulan.
Berita Terkait
-
Viral Pemain Timnas Putri Iran Kirim Kode Isyarat Minta Tolong dari Dalam Bus
-
Anggota DPR Kecam Insiden Kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz yang Sebabkan 3 WNI Hilang
-
Nyawa Pemain Timnas Putri Iran Terancam, Pemerintah Australia Diminta Kasih Perlindungan
-
Kapal Tug Boat Meledak di Selat Hormuz, Tiga WNI Dilaporkan Hilang
-
Spesifikasi Khorramshahr-4 (Kheibar 4), Rudal Iran yang Tembus Jantung Israel
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
Pilihan
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
Terkini
-
BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh Indonesia
-
AADI dan ADRO Konsisten 14 Tahun Gelar Program Berbagi Bersama Ribuan Anak Yatim
-
Pemerintah Siapkan Rusun Subsidi dengan Cicilan Rp1,5 Juta Tenor 30 Tahun
-
Rakernas Gekrafs Diinterupsi, Dasco Ajak Peserta Doakan Vidi Aldiano: Dia Pejuang Ekonomi Kreatif
-
Waspada Marak Penipuan Whatsapp Jelang Lebaran, Ini Cara Mengantisipasinya
-
Saham PTBA Diborong Asing, Berapa Target Harganya?
-
Sengkarut Tarif "Ilegal" Trump: Pemerintah AS Ogah Kembalikan Dana Impor Rp2.040 Triliun
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Aduan THR 2026: Cara Melapor Pelanggaran Secara Online dan Offline
-
Profil Qatar Airways: Maskapai Cetak Rekor Laba Fantastis, Kini Tertekan Perang