- Fitch Ratings mengubah prospek delapan dari sepuluh perusahaan non-keuangan Indonesia menjadi "Negatif" pasca penurunan prospek negara.
- Perubahan ini dipengaruhi oleh ketergantungan kuat perusahaan pada dukungan pemerintah dan batasan plafon negara.
- Meskipun prospek berubah, peringkat utang luar negeri kesepuluh emiten tersebut ditegaskan tetap pada level semula.
Suara.com - Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, resmi merevisi prospek (outlook) peringkat bagi delapan dari sepuluh perusahaan non-keuangan asal Indonesia menjadi "Negatif" dari sebelumnya "Stabil".
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Fitch yang sebelumnya telah menurunkan prospek peringkat utang luar negeri jangka panjang (Long-Term Foreign-Currency Issuer Default Rating atau IDR) Indonesia ke level "Negatif" pada 4 Maret 2026.
Meski prospek peringkat diubah, Fitch menegaskan bahwa peringkat IDR untuk kesepuluh emiten tersebut tetap dipertahankan pada level yang sama.
Daftar Perusahaan yang Terdampak
Delapan perusahaan yang kini memiliki prospek peringkat "Negatif" adalah:
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom)
PT Hutama Karya (Persero)
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN)
PT Pertamina (Persero)
Baca Juga: Dividen TLKM Bakal Lebih Besar dari Tahun Lalu, Kapan Cair?
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE)
PT Pertamina Hulu Energi (PHE)
PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo)
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
Sementara itu, dua perusahaan lainnya memiliki status yang berbeda: PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) tetap dipertahankan dengan prospek "Stabil", dan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) (MIND ID) tetap dengan prospek "Positif".
Mengapa Prospek Peringkat Diturunkan?
Berita Terkait
-
TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Masuk Fullerton Health
-
Telkom Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah
-
Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!
-
Masuk Tahun ke-4, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub
-
Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026
-
ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta
-
Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt
-
Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class
-
Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111
-
Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Putar Otak Matikan Pergerakan Mitchell Baker
-
Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan
-
GIIAS 2026 Dinilai Jadi Gambaran Industri Otomotif Indonesia
-
Termasuk Kajari Kota Bekasi, Ini Daftar 90 Kajari Kena Mutasi Kejagung
-
APKASI Desak Pemerintah Hentikan Pemotongan Dana Daerah, Beban Kepala Daerah Makin Berat