- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa membantah klaim ekonom mengenai resesi atau krisis ekonomi Indonesia.
- Ia mengklaim kondisi ekonomi membaik dan sedang ekspansi berdasarkan data serta observasi lapangan terkini.
- Purbaya menegaskan peran Kemenkeu sangat besar dalam mengendalikan badai ekonomi hingga kini.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyentil para ekonom yang menganggap Indonesia memasuki masa resesi maupun krisis ekonomi buntut perang geopolitik Amerika Serikat dan Iran yang berdampak ke kenaikan harga minyak.
Ini jadi kali kedua Menkeu Purbaya menyindir para ekonom, di mana sebelumnya ia melontarkan kritik serupa saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).
"Belakangan ini ada yang bilang ekonomi kita melemah. Katanya, daya beli turun. Saya cek datanya, saya lihat juga langsung ke lapangan, kayak kemarin ke Pasar Tanah Abang ya, kelihatannya masih cukup baik. Jadi ekonomi kita tidak resesi, apalagi krisis," kata Purbaya saat acara pelantikan pejabat di Kemenkeu, Selasa (10/3/2026).
Bendahara Negara mengklaim kalau data yang ia miliki menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia sedang membaik. Di depan anak buahnya, Purbaya mengklaim kalau peran Kemenkeu amat besar.
"Jadi Anda boleh bangga dengan Kementerian Keuangan. Kita bisa mengendalikan badai ekonomi sampai sekarang ini dengan cukup baik, dan ekonomi kita sedang dalam fase ekspansi dengan laju pertumbuhan yang lebih cepat," imbuhnya.
Purbaya lalu mengungkit soal capaian pertumbuhan ekonomi triwulan keempat 2025 yang mencapai 5,39 persen. Sebab di kuartal sebelumnya, ia mengklaim kalau kondisi ekonomi RI sempat jatuh.
"Kalau enggak diperbaiki dengan kebijakan tertentu di sisi fiskal, kita akan jatuh, dan sekarang mungkin betul-betul krisis kata ekonom-ekonom amatir-amatiran di luar itu yang ngomong," timpal dia.
"Mereka bilang kita resesi, kita krisis. Itu kalau pakai informasi yang sebelumnya. Tapi kalau pakai informasi yang sekarang, kita ekspansi. Kementerian Keuangan jago, boleh ngaku, ekonomi kita cukup stabil," jelasnya.
Berita Terkait
-
Kalang Kabut! Purbaya Terhimpit, Bahlil Terjepit
-
Alert! Perang AS-Israel vs Iran Dorong Harga BBM, Listrik, dan KPR di Sini Meroket
-
Prabowo Bilang 'Siap-Siap Sulit', Rakyat Menjawab: 'Pak, Kami Sudah Sulit!'
-
Viral Video Menteri Jepang Lari-lari Telat Rapat Kabinet, Lalu Minta Maaf ke Publik
-
Edukasi Finansial Dorong Masyarakat Lebih Cermat Menyusun Strategi Investasi Jangka Panjang
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja