- IHSG ditutup melemah 0,69% ke level 7.389 pada Rabu, 11 Maret 2026, dipicu ketidakpastian global dan mendekatnya libur Lebaran.
- Pelemahan rupiah menjadi Rp16.886 per dolar AS akibat konflik geopolitik Timur Tengah dan kekhawatiran ekonomi domestik.
- Sektor *basic material* terkoreksi terdalam, sementara investor cenderung melakukan transaksi jual beli jangka pendek pada periode ini.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026. Tekanan pasar dipicu meningkatnya ketidakpastian global, terutama terkait konflik di Timur Tengah.
Berdasarkan data penutupan perdagangan, IHSG terkoreksi 0,69 persen ke level 7.389. Padahal pada sesi pertama, indeks sempat bergerak di zona hijau sebelum akhirnya berbalik melemah sepanjang sesi kedua.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, pelaku pasar cenderung melakukan transaksi jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Kondisi tersebut juga diperparah dengan mendekatnya periode libur panjang Lebaran yang akan dimulai pada pertengahan pekan depan.
"Investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik AS/Israel-Iran serta menjelang libur panjang Lebaran yang dimulai pada pertengahan pekan depan," tulis riset Phintraco Sekuritas.
Dari sisi sektoral, sektor basic material mencatatkan koreksi paling dalam pada perdagangan hari ini. Sementara itu, sektor teknologi justru menjadi sektor dengan penguatan terbesar.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah juga turut melemah dan ditutup di level Rp16.886 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah yang masih berlangsung, serta kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi domestik seperti potensi kenaikan inflasi dan pelebaran defisit APBN.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI dan MACD masih menunjukkan kecenderungan melemah. IHSG bahkan sempat menguat hingga menyentuh level 7.527, sebelum akhirnya berbalik turun dan ditutup di zona merah.
Analis memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek dengan menguji area 7.300 hingga 7.350.
Adapun untuk level teknikal berikutnya, resistance berada di kisaran 7.500, dengan pivot di level 7.400 dan support di level 7.300.
Baca Juga: Profil PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), Ini Daftar Pemegang Sahamnya
Sentimen global juga masih membayangi pergerakan pasar. Indeks saham di bursa Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu seiring investor mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.
Di sisi lain, mayoritas indeks di bursa Eropa dibuka melemah, seiring meningkatnya intensitas operasi militer di kawasan tersebut. Indeks futures di Wall Street juga terpantau bergerak di zona merah.
Dilaporkan bahwa tiga kapal di lepas pantai Iran terkena proyektil di sekitar Selat Hormuz pada Rabu (11/3). Jalur pelayaran strategis tersebut bahkan disebut hampir terhenti sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari 2026.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 29,37 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,68 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,80 juta kali.
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 335 saham bergerak naik, sedangkan 383 saham mengalami penurunan, dan 240 saham tidak mengalami pergerakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025
-
Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit
-
Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional
-
Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat
-
Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!
-
Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!
-
7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya
-
Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
-
IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui
-
BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen