Bisnis / Makro
Kamis, 12 Maret 2026 | 19:50 WIB
Asuransi Jasindo sukses menggelar kegiatan Peken Jasindo: MakaryoHangreksoBudoyo Nuswantoro di Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo, Sabtu (14/6/2025). [Suara.com/Ari Welianto]
Baca 10 detik
  • Kemenko PM menyelenggarakan Pasar 1001 Malam pada 11–13 Maret 2026 di Banda Aceh untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
  • Kegiatan ini memiliki misi sosial mendukung masyarakat pascabencana melalui bazaar, klinik kesehatan, dan pendampingan UMKM.
  • Pasar 1001 Malam juga meliputi penyerahan bantuan sosial seperti hunian sementara dan bantuan pangan bagi masyarakat terdampak.

Suara.com - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program berbasis komunitas. Salah satunya lewat penyelenggaraan Pasar 1001 Malam yang digelar pada 11–13 Maret 2026 di Lapangan Eks Hotel Aceh, Banda Aceh.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan Festival Jejak Jajanan Nusantara (JJN) yang sebelumnya digelar di Jakarta sebagai model pengembangan Pasar 1001 Malam.

Provinsi Aceh dipilih sebagai lokasi kegiatan dengan mengedepankan semangat kemanusiaan dan solidaritas sosial, terutama bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit pasca-bencana.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison mengatakan, program ini tidak hanya berfokus pada aktivitas ekonomi semata, tetapi juga membawa misi sosial bagi masyarakat.

"Pasar 1001 Malam bukan sekadar pusat transaksi ekonomi, melainkan wadah aksi kemanusiaan," ujar Leontinus seperti dikutip (12/3/2026).

Ilustrasi UMKM. [ist]

Selain mendorong aktivitas ekonomi, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi katalis dalam memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif.

Kemenko PM memanfaatkan berbagai aset milik pemerintah dan BUMN yang sebelumnya tidak produktif untuk dijadikan ruang kreatif atau creative compound dengan biaya terjangkau bagi pelaku usaha.

Di Aceh, Pasar 1001 Malam dikemas dengan nuansa Ramadan yang kental. Beragam kegiatan disiapkan, mulai dari bazaar dan expo kuliner serta kerajinan, hingga Panggung Talenta Da’i Cilik yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan Klinik Kesehatan gratis yang menyediakan pemeriksaan medis dasar. Selain itu, tersedia Klinik UMKM Bangkit yang memberikan pendampingan legalitas usaha bagi pelaku UMKM.

Baca Juga: Purbaya Curhat Dimaki Warga TikTok Imbas Rupiah Anjlok

Program ini digelar melalui kolaborasi antara Kemenko PM dengan Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara inklusif.

"Kami ingin menciptakan pengalaman yang tidak hanya memikat secara visual melalui konsep Coffee Truck dan Talkshow interaktif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat," jelas Leontinus.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.

"Melalui sinergi solid antara pemerintah, swasta, dan komunitas, kami yakin kemandirian ekonomi yang bermartabat dapat terwujud," sambungnya.

Dalam rangkaian kegiatan Pasar 1001 Malam ini, Kemenko PM juga menyalurkan berbagai bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana.

Di antaranya penyerahan pangan olahan siap saji bagi penyintas banjir, serah terima 103 unit hunian sementara (huntara) hasil kolaborasi dengan Rumah Zakat, serta penyaluran 1.000 kitab kuning untuk pesantren di Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

Load More