Bisnis / Keuangan
Senin, 16 Maret 2026 | 12:56 WIB
Group CEO BRI Hery Gunardi
Baca 10 detik
  • PT BRI akan mengadakan RUPST pada 10 April 2026 untuk membahas agenda utama, termasuk penetapan dividen tahun buku 2025.
  • Laba bersih BRI tahun 2025 tercatat Rp57,13 triliun, dan rasio dividen berpotensi meningkat karena CAR sangat kokoh.
  • RUPST juga akan membahas perubahan Anggaran Dasar terkait pengalihan saham Seri B dari Danantara kepada BP BUMN.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) secara resmi mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada Jumat, 10 April 2026.

Dalam pertemuan penting bagi para investor ini, emiten perbankan pelat merah tersebut akan mengusung tujuh agenda utama, dengan fokus paling dinanti berupa penetapan pembagian dividen dari laba bersih tahun buku 2025.

Sepanjang tahun 2025, bank yang dikenal fokus pada segmen UMKM ini berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp57,13 triliun.

Meskipun angka ini mengalami koreksi tipis sebesar 5,26% dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp60,30 triliun, sinyal positif justru datang dari manajemen puncak perusahaan.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengisyaratkan bahwa rasio pembagian dividen tahun ini berpotensi lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Optimisme ini didasari oleh struktur permodalan BRI yang sangat kokoh, tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) yang menyentuh angka 23,52%, jauh melampaui ambang batas regulasi.

Sebagai pengingat bagi pemegang saham:

BRI telah menyetorkan dividen interim sebesar Rp137 per lembar saham (total Rp20,63 triliun) pada 15 Januari 2026.
Pembayaran interim tersebut bersumber dari kinerja laba bersih hingga kuartal III-2025.

Pada tahun buku 2024, total dividen yang ditebar mencapai Rp51,73 triliun atau Rp343,40 per saham.
Restrukturisasi Saham dan Transisi Danantara

Baca Juga: Kantor BRI di Jakarta Selatan yang Buka saat Libur Idulfitri 2026

Selain persoalan laba, RUPST kali ini akan membahas agenda krusial mengenai perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

Langkah ini diambil menyusul adanya pengalihan saham Seri B dari PT Danantara Asset Management (Persero) kepada Badan Pengelola (BP) BUMN.

Transformasi kepemilikan ini menandai babak baru koordinasi strategis antara pemerintah sebagai pemegang saham pengendali dengan lembaga pengelola aset negara yang baru.

Tujuh Agenda Utama RUPST BRI 2026

Berikut adalah poin-poin yang akan diputuskan dalam rapat tersebut:

  • Laporan Tahunan: Persetujuan laporan tahunan, laporan keuangan konsolidasian, serta pengesahan laporan keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) 2025.
  • Laba Bersih: Ketetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025 (termasuk dividen final).
  • Remunerasi: Penetapan gaji, tunjangan, dan bonus bagi jajaran Direksi serta Dewan Komisaris.
  • Akuntan Publik: Penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.
  • Pendelegasian Kewenangan: Mandat persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030 dan RKAP 2027.
  • Realisasi Dana Obligasi: Laporan penggunaan dana dari Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap I dan II.
  • Anggaran Dasar: Perubahan struktur anggaran dasar perusahaan sesuai dinamika kepemilikan saham.

Para pemegang saham yang berhak hadir diminta melakukan deklarasi kehadiran paling lambat satu hari sebelum rapat, yakni pada Kamis, 9 April 2026 pukul 12.00 WIB.

Load More