- Tiap Satuan Gizi terima Rp1 M/bulan, dorong perputaran ekonomi daerah secara masif.
- 93% anggaran Badan Gizi langsung disalurkan ke 25.574 SPPG lewat virtual account.
- Program MBG wajibkan serap bahan baku lokal demi hidupkan petani dan UMKM daerah.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai tancap gas menjalankan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak main-main, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia rata-rata bakal menerima kucuran dana segar sebesar Rp1 miliar per bulan.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa skema ini sengaja dirancang untuk memicu efek domino bagi perekonomian di tingkat daerah. Sebagai gambaran, ia mencontohkan perputaran uang yang masif di wilayah Jawa Barat.
"Kalau di Jawa Barat sudah ada 5.000 SPPG, itu artinya uang di Jawa Barat beredar Rp5 triliun per bulan. Dengan sekarang sudah berjalan 2,5 bulan, itu uang di Jawa Barat kurang lebih sudah beredar sekitar Rp11-12 triliun," ujar Dadan dalam keterangannya, dikutip Jumat (20/3/2026).
Dadan menjelaskan, BGN menerapkan sistem transparansi dan efisiensi dalam penyaluran anggaran. Sebesar 93 persen anggaran langsung diteruskan ke daerah melalui mekanisme virtual account.
- Total SPPG: 25.574 unit di seluruh Indonesia.
- Mekanisme: Penyaluran dari KPPN langsung ke virtual account SPPG.
- Tujuan: Pemerataan ekonomi dan memastikan uang beredar hingga ke pelosok.
Program MBG bukan sekadar urusan perut, melainkan strategi menggerakkan ekonomi sirkular. Dadan menegaskan, bahan baku pangan wajib diserap dari petani dan pelaku usaha lokal di sekitar SPPG.
"Saya harapkan terjadi satu pergerakan ekonomi circular. Sekarang, sudah banyak kepala daerah yang menginginkan uang yang masuk itu dibelanjakan dengan membeli bahan baku yang ada di daerah tersebut," jelasnya.
Selain menyerap hasil tani, program ini juga menjadi mesin pencetak lapangan kerja. Setiap unit pelayanan akan diisi oleh tenaga operasional hingga ahli gizi yang direkrut dari masyarakat setempat. Dengan begitu, standar gizi terpenuhi, dan angka pengangguran di daerah bisa ditekan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Kejar Dana ESG Global, Industri Perunggasan Mulai Jual Data Ilmiah demi Tarik Investor
-
Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI
-
Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih
-
Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja
-
Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit
-
Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI
-
Kejati: Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Sepenuhnya, Perbankan Tidak Terafiliasi Dana Ilegal
-
Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804
-
BSI Implementasikan Green Zakat, Sampah Anorganik Bisa Jadi Tabungan Emas
-
Dua Pembangkit Alami Gangguan Jadi Biang Kerok Listrik di Jawa Padam Bergilir