- Konflik geopolitik antara AS, Israel, dan Iran menyebabkan pasar kripto merosot signifikan pada Minggu, 22 Maret 2026.
- Bitcoin sempat turun 3,3% ke US$68.150; penurunan ini dikaitkan dengan aksi jual aset berisiko global lainnya.
- Fokus regulasi yang memudar dan kenaikan biaya penambangan akibat harga energi turut memperburuk pelemahan pasar kripto.
Suara.com - Pasar mata uang kripto kembali terperosok ke zona merah seiring memanasnya konfrontasi militer dan saling lempar ancaman antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Bitcoin (BTC) mencatatkan penurunan hingga 3,3% pada perdagangan Minggu (22/3/2026), menyentuh level US$68.150, yang merupakan titik terendahnya sejak awal Maret tahun ini.
Fenomena pelepasan aset (sell-off) ini juga merembet ke berbagai token utama lainnya:
Ether (ETH): Merosot hampir 5% ke kisaran US$2.050.
Altcoins: Token populer seperti Solana (SOL), XRP, dan Cardano (ADA) turut mengalami pelemahan signifikan.
Sejak agresi militer AS dan Israel terhadap Iran pecah pada akhir Februari lalu, nilai Bitcoin telah terpangkas sekitar 20%.
Penurunan tajam ini sekaligus memicu perdebatan mengenai narasi Bitcoin sebagai aset perlindungan nilai (safe haven) di masa krisis, yang ternyata masih memiliki keterbatasan besar saat menghadapi guncangan geopolitik nyata.
Peter Tchir, Kepala Strategi Makro di Academy Securities, menilai bahwa pelemahan kripto tidak berdiri sendiri. Bitcoin terseret dalam gelombang jual aset berisiko yang juga menghantam pasar saham.
Selain itu, lonjakan harga energi akibat konflik global menambah beban bagi industri kripto karena biaya penambangan (mining) menjadi jauh lebih mahal.
Baca Juga: Harvard Borong Ethereum Rp1,4 Triliun, Pasar Kripto Kembali Bergairah
"Kenaikan harga sebelumnya banyak dipicu oleh spekulasi terhadap regulasi baru. Namun, saat ini Washington lebih fokus pada urusan perang, sehingga euforia investor terhadap legislasi kripto mulai memudar," jelas Tchir pada Minggu waktu setempat, seperti yang dikutip via Bloomberg.
Ia menambahkan bahwa profil risiko pasar saat ini berada pada level yang sangat tinggi.
Sebagai satu-satunya pasar yang beroperasi tanpa henti (24/7), pergerakan kripto di akhir pekan sering kali menjadi cermin bagi ekspektasi pasar tradisional saat dibuka nanti. Data dari bursa derivatif Hyperliquid menunjukkan:
Kontrak Minyak: Melonjak lebih dari 4% hingga menembus US$99 per barel.
Kontrak Berjangka Saham: Indeks Nasdaq 100 dan S&P 500 kompak dibuka melemah lebih dari 1%.
Ketegangan semakin memuncak setelah Presiden Donald Trump mengancam akan membombardir pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz—jalur logistik vital dunia—tidak segera dibuka kembali.
Berita Terkait
-
Masih Dibanderol USD 69.000, Begini Ramalan Harga Bitcoin
-
Harga Bitcoin Akhirnya Kembali ke Level US$ 70.000, Siap Menguat saat Perang?
-
Jaga Transparansi, Bursa Kripto CFX Rilis Laporan Bulanan Industri Digital
-
Pasar Saham dan Bitcoin Terancam Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022
-
OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi
-
Industri Kretek Indonesia Terancam Mati
-
Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara
-
Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang
-
Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo
-
Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut
-
Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!
-
Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram
-
Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz