Bisnis / Makro
Rabu, 25 Maret 2026 | 07:43 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. (Dok. Jasa Marga)
Baca 10 detik
  • Menteri Perhubungan dan Sekretaris Kabinet meninjau Terminal Pulo Gebang pada Rabu dini hari (25/3/2026) menilai arus balik lancar.
  • Puncak arus balik terjadi 24–25 Maret, dengan prediksi lonjakan kedua pada 28–29 Maret dipengaruhi kebijakan WFA.
  • Pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah nasional untuk menjaga kelancaran distribusi arus balik.

Suara.com - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turun langsung meninjau kondisi di Terminal Terpadu Pulo Gebang pada Rabu (25/3/2026) dini hari, dilansir dari laman Antara.

Dalam pemantauan tersebut, pemerintah menilai arus balik berjalan relatif lancar, yang menjadi indikator positif bagi pergerakan tenaga kerja dan distribusi aktivitas ekonomi pasca-libur panjang.

“Saya diundang Pak Menteri Perhubungan untuk mengecek langsung Terminal Pulo Gebang sejak dini hari, dan kami melihat aktivitas penumpang serta bus berjalan dengan baik,” ujar Teddy.

Ia menambahkan, berdasarkan interaksi langsung dengan para penumpang, perjalanan dari berbagai daerah menuju Jakarta berlangsung tanpa hambatan berarti.

“Alhamdulillah, kami tanya langsung ke penumpang, perjalanan mereka lancar dan tidak ada kendala signifikan sepanjang jalan,” katanya.

Meski terdapat sedikit kemacetan di sejumlah titik seperti rest area dan insiden kecil, Teddy menegaskan kondisi tersebut masih dalam batas normal.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. [Suara.com/Novian]

“Ada beberapa kemacetan sedikit, tapi secara keseluruhan puncak arus balik tanggal 24–25 Maret ini berjalan lancar, sesuai harapan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan kita semua,” tambahnya.

Dari sisi kebijakan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa puncak arus balik terjadi pada 24–25 Maret dan diperkirakan kembali meningkat pada 28–29 Maret.

Fenomena ini dipengaruhi oleh dua faktor Utama, yakni kembalinya pekerja ke aktivitas normal serta penerapan kebijakan work from anywhere (WFA).

Baca Juga: Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

“Lonjakan pertama karena masyarakat mengejar waktu masuk kerja, sementara gelombang berikutnya berasal dari mereka yang memanfaatkan kebijakan WFA,” jelas Dudy.

Untuk menjaga kelancaran arus, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah nasional (one way). Kebijakan ini dinilai efektif dalam mengurai kepadatan sekaligus menjaga efisiensi waktu perjalanan.

“Kami akan memberlakukan kembali one way nasional jika terjadi peningkatan kepadatan signifikan, agar masyarakat bisa tetap lancar dan aman sampai tujuan,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi titik-titik rawan seperti rest area dengan sistem buka-tutup serta pembatasan kendaraan berat. Distribusi arus balik yang lebih merata, didukung kebijakan WFA, juga membantu menekan potensi kemacetan ekstrem.

“Harapan kami, seluruh masyarakat yang melakukan arus balik dapat menikmati perjalanan yang lancar dan yang paling penting selamat sampai tujuan,” pungkas Dudy.

Load More