- Harga emas Antam 1 gram pada Kamis, 26 Maret 2026, tetap Rp 2.850.000, sementara harga buyback turun Rp 17.000.
- Harga emas Antam belum termasuk PPh wajib, yaitu 0,45% bagi pemegang NPWP atau 0,9 persen bagi non-NPWP.
- Harga emas dunia menguat signifikan menjadi USD 4.556 karena meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya imbal hasil obligasi AS.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 26 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.850.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu stagna dibandingkan Rabu, 25 Maret 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.490.000 per gram.
Harga buyback itu justru meluncur Rp 17.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0.5 gram: Rp 1.478.688
- 1 gram: Rp 2.857.125
- 2 gram: Rp 5.654.100
- 3 gram: Rp 8.456.088
- 5 gram: Rp 14.060.063
- 10 gram: Rp 28.064.988
- 25 gram: Rp 70.036.655
- 50 gram: Rp 139.994.113
- 100 gram: Rp 279.910.030
- 250 gram: Rp 699.509.413
- 500 gram: Rp 1.398.808.300
- 1000 gram: Rp 2.797.576.500
Harga Emas Dunia Perkasa
Harga emas dunia menguat pada perdagangan Rabu seiring meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS). Logam mulia ini kembali diminati investor di tengah dinamika pasar global.
Mengutip FXStreet, harga emas (XAU/USD) naik hampir 2 persen dan diperdagangkan di level USD 4.556. Kenaikan ini terjadi setelah harga minyak mentah anjlok, dipicu spekulasi bahwa AS dan Iran akan memulai pembicaraan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat minggu.
Baca Juga: Momen Lebaran, Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini Naik di Pegadaian
Sentimen tersebut turut mendorong perbaikan selera risiko di pasar. Harga minyak yang turun membuat emas sempat membatasi pelemahannya sebelum akhirnya kembali menguat.
Di sisi lain, penguatan dolar AS juga masih berlangsung. Hal ini tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang naik sekitar 0,40 persen ke level 99,55. DXY sendiri merupakan indikator yang mengukur kinerja dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia.
Perkembangan geopolitik juga terus menjadi perhatian. AS dikabarkan telah mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri konflik. Jika disetujui, pembicaraan bisa dimulai dalam waktu dekat, bahkan disebut-sebut berlangsung di Pakistan atau Turki.
Meski demikian, media Iran melaporkan bahwa proposal tersebut sempat ditolak. Namun, sumber lain menyebut Teheran masih membuka peluang komunikasi lanjutan dengan Washington.
Laporan The Wall Street Journal menyebut Iran menunjukkan sikap yang lebih lunak dalam diskusi tertutup, sehingga membuka harapan bagi jalur diplomasi.
Selain faktor geopolitik, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menjadi katalis utama penguatan emas. Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun turun empat basis poin menjadi 4,32 persen, yang membuat emas sebagai aset tanpa imbal hasil lebih menarik bagi investor.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Resmi Diperpanjang, Ini Cara Lapor SPT Tahunan melalui Coretax 2026
-
Rapor Bagus PGE Dinilai sebagai Sinyal Positif untuk Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia
-
Purbaya Bocorkan Strategi Pemerintah Jika Harga Minyak Dunia Terus Melonjak
-
OJK dan Bareskrim Polri Tangkap Tersangka Kasus BPR DCN di Gambir
-
6 Ide Usaha Modal Rp1 Juta untuk Ibu Rumah Tangga Paling Cuan
-
Pendaftaran Calon Direksi BEI Baru Paling Lambat hingga 4 Mei 2026, Ini Jabatan yang Dicari
-
Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak 150 USD per Barel, Bukan RI
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.896
-
Harga Emas Anjlok saat Perang Memanas, Apa Penyebabnya?
-
Lebaran 2026, IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung: Wisata Baru, Kuliner hingga Hiburan Jadi Daya Tarik