Bisnis / Makro
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:59 WIB
Suasana aktivitas jual-beli di Pasar Kombongan, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Bapanas memastikan stok pangan pasca-Idulfitri aman, dengan cadangan beras Bulog per 26 Maret 2026 sekitar 4,22 juta ton.
  • Produksi pangan nasional diprediksi menguat, mencapai puncak dengan potensi panen raya hingga lima juta ton pada April 2026.
  • Pemerintah mengantisipasi risiko iklim melalui percepatan tanam dan bantuan sarana produksi demi menjaga ketahanan pangan.

Suara.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap status stok pangan nasional, pasca-Hari Raya Idulfitri. 

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, memastikan stok beras hingga jagung dalam keadaan aman. 

"Kalau kita bicara ketersediaan, kita tidak perlu khawatir. Berdasarkan proyeksi neraca pangan kita, posisi stok sangat kuat," kata Ketut yang dikutip pada Sabtu (28/3/2026). 

Menurutnya, tahun lalu carry over stock kita sekitar 12,4 juta ton, kemudian saat ini cadangan pangan di Bulog sekitar 4,22 juta ton.

Merujuk pada data per tanggal 26 Maret 2026, stok beras yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 4,22 juta ton. 

Sementara komoditas lainnya berada dalam posisi yang relatif aman terhadap kebutuhan bulanan, seperti jagung sekitar 155 ribu ton dan minyak goreng sekitar 117 ribu kiloliter.

Ilustrasi minyak goreng (Freepik)

Ketut juga mengungkap dari sisi produksi, pasokan pangan nasional menunjukkan tren penguatan seiring masuknya masa tanam dan panen. 

Produksi yang telah dimulai sejak awal tahun diperkirakan mencapai puncaknya. 

"Produksi di bulan Januari sudah ada, di bulan Februari sudah ada, Maret sedang berproduksi, bahkan mungkin April nanti bisa panen raya. Nah, ini sebenarnya, di bulan April ini diprediksi sampai 5 juta ton. Ini juga sangat tinggi produksi yang akan dihasilkan,” jelas dia.

Baca Juga: Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI

Stok komoditas pangan lain juga tercatat positif. Proyeksi stok akhir tahun 2026 untuk jagung mencapai 4,99 juta ton, daging ayam ras 1,7 juta ton, telur ayam ras 949 ribu ton, dan gula konsumsi 1,33 juta ton. 

Ketersediaan pangan nasional ini utamanya ditopang oleh hasil produksi dalam negeri.

Ketut menjelaskan bahwa mayoritas komoditas pangan strategis bersumber dari domestik. 

Komoditas seperti cabai, bawang merah, telur, dan daging ayam telah memenuhi kebutuhan nasional secara mandiri melalui produksi lokal yang stabil.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai risiko perubahan iklim saat memasuki musim kemarau yang dapat berdampak terhadap ketahanan pangan nasional. 

Untuk itu, langkah antisipasi telah disiapkan, di antaranya melalui percepatan masa tanam dan penyaluran bantuan sarana produksi. 

Load More