- Bapanas memastikan stok pangan pasca-Idulfitri aman, dengan cadangan beras Bulog per 26 Maret 2026 sekitar 4,22 juta ton.
- Produksi pangan nasional diprediksi menguat, mencapai puncak dengan potensi panen raya hingga lima juta ton pada April 2026.
- Pemerintah mengantisipasi risiko iklim melalui percepatan tanam dan bantuan sarana produksi demi menjaga ketahanan pangan.
Suara.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap status stok pangan nasional, pasca-Hari Raya Idulfitri.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, memastikan stok beras hingga jagung dalam keadaan aman.
"Kalau kita bicara ketersediaan, kita tidak perlu khawatir. Berdasarkan proyeksi neraca pangan kita, posisi stok sangat kuat," kata Ketut yang dikutip pada Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, tahun lalu carry over stock kita sekitar 12,4 juta ton, kemudian saat ini cadangan pangan di Bulog sekitar 4,22 juta ton.
Merujuk pada data per tanggal 26 Maret 2026, stok beras yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 4,22 juta ton.
Sementara komoditas lainnya berada dalam posisi yang relatif aman terhadap kebutuhan bulanan, seperti jagung sekitar 155 ribu ton dan minyak goreng sekitar 117 ribu kiloliter.
Ketut juga mengungkap dari sisi produksi, pasokan pangan nasional menunjukkan tren penguatan seiring masuknya masa tanam dan panen.
Produksi yang telah dimulai sejak awal tahun diperkirakan mencapai puncaknya.
"Produksi di bulan Januari sudah ada, di bulan Februari sudah ada, Maret sedang berproduksi, bahkan mungkin April nanti bisa panen raya. Nah, ini sebenarnya, di bulan April ini diprediksi sampai 5 juta ton. Ini juga sangat tinggi produksi yang akan dihasilkan,” jelas dia.
Baca Juga: Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI
Stok komoditas pangan lain juga tercatat positif. Proyeksi stok akhir tahun 2026 untuk jagung mencapai 4,99 juta ton, daging ayam ras 1,7 juta ton, telur ayam ras 949 ribu ton, dan gula konsumsi 1,33 juta ton.
Ketersediaan pangan nasional ini utamanya ditopang oleh hasil produksi dalam negeri.
Ketut menjelaskan bahwa mayoritas komoditas pangan strategis bersumber dari domestik.
Komoditas seperti cabai, bawang merah, telur, dan daging ayam telah memenuhi kebutuhan nasional secara mandiri melalui produksi lokal yang stabil.
Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai risiko perubahan iklim saat memasuki musim kemarau yang dapat berdampak terhadap ketahanan pangan nasional.
Untuk itu, langkah antisipasi telah disiapkan, di antaranya melalui percepatan masa tanam dan penyaluran bantuan sarana produksi.
Berita Terkait
-
Harga Komoditas Cabai Mulai Turun Awal Ramadan, Tapi Cabai Rawit Merah Masih Tinggi
-
Jelang Ramadan, Harga Pangan Nasional Cabai Rawit Merah Tembus Rp75 ribu
-
Harga Pangan Nasional di Hari Imlek: Daging Naik, Ikan Bandeng Turun Tipis
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Merah Kembali Sentuh Rp70 Ribu
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif
-
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari
-
Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat
-
Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?
-
Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI
-
Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang Gilimanuk
-
Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman
-
BRI Hadirkan Tarik Tunai GoPay di 19.000 ATM & CRM
-
Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik
-
PNM Hadirkan Harapan Baru: Dari Satu Kegiatan, Tumbuh Mimpi Jadi Garda Pemberdayaan Ultra Mikro