- Penggunaan kompor dan kendaraan listrik adalah strategi penguatan ketahanan energi nasional akibat konflik global.
- Elektrifikasi rumah tangga dan transportasi mengurangi ketergantungan signifikan Indonesia pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM).
- Listrik memiliki fleksibilitas sumber energi domestik, seperti batu bara, mengurangi kerentanan terhadap gejolak harga minyak internasional.
Suara.com - Penggunaan kompor listrik dan kendaraan listrik dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah.
Pengamat energi Komaidi Notonegoro mengatakan, elektrifikasi di sektor rumah tangga dan transportasi dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini masih mendominasi bauran energi nasional.
{Elektrifikasi di sektor rumah tangga dan transportasi dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), yang dalam bauran energi nasional masih mencapai sekitar 30 persen, sehingga sangat rentan terhadap gejolak geopolitik dan fluktuasi harga internasional," katanya.
Menurut Komaidi, penggunaan kompor listrik dapat menjadi alternatif utama karena sumber energi listrik tidak bergantung sepenuhnya pada minyak dan gas. Indonesia, kata dia, masih memiliki berbagai sumber energi domestik yang bisa dimanfaatkan.
"Kompor listrik bisa menjadi salah satu alternatif utama karena listrik tidak harus bergantung pada minyak dan gas. Kita masih memiliki sumber energi lain, termasuk batu bara yang dalam bauran energi nasional, dan ketersediaannya relatif lebih besar di dalam negeri," ujar Komaidi.
Ia menambahkan, keunggulan kompor listrik terletak pada fleksibilitas sumber energinya. Listrik dapat diproduksi dari berbagai sumber energi seperti batu bara, gas, air, hingga panas bumi, yang sebagian besar tersedia di dalam negeri.
Selain sektor rumah tangga, elektrifikasi di sektor transportasi melalui kendaraan listrik juga dinilai berperan penting dalam menekan konsumsi BBM nasional. Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 532 juta barel per tahun, dengan sektor transportasi menyumbang sekitar 52 persen dari total konsumsi tersebut.
“Kendaraan listrik dapat membantu mengurangi ketergantungan pada BBM impor. Dalam jangka panjang, ini juga dapat meningkatkan ketahanan energi sekaligus menekan beban subsidi energi,” jelasnya.
Komaidi juga mengapresiasi berbagai insentif yang telah diberikan pemerintah untuk mendorong percepatan elektrifikasi, mulai dari pembebasan pajak, subsidi pembelian, hingga kebijakan bebas ganjil-genap di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat
“Dengan sosialisasi yang lebih masif dan dukungan kebijakan yang konsisten, kompor listrik dan kendaraan listrik berpotensi menjadi bagian penting dalam strategi memperkuat ketahanan energi nasional,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
97 Pinjol Langgar Aturan Persaingan Usaha, OJK Buka Suara
-
Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Lalu Lintas Arus Balik di Tol Jakarta-Cikampek Mulai Normal, Contraflow Dihentikan
-
Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
-
Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas
-
Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin
-
Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran
-
Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif
-
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari
-
Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat