- Menteri Keuangan menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai hampir 6 persen pada akhir tahun 2026.
- Pernyataan ambisius ini disampaikan Menkeu Purbaya saat pelantikan Sekjen Kemenkeu di Jakarta, Minggu (29/3/2026).
- Menkeu Purbaya menyatakan kesiapan mundur jika target pertumbuhan ekonomi tersebut tidak tercapai di akhir tahun.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa curhat kalau dirinya menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mendekati 6 persen di akhir tahun 2026.
Hal itu disampaikan Menkeu Purbaya saat melantik Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Robert Marbun, yang menggantikan Heru Pambudi.
"Saya janji ke orang-orang, ke masyarakat, pertumbuhan ekonomi tahun ini mendekati 6 persen," kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Minggu (29/3/2026).
Apabila ambisinya tak tercapai, Purbaya mengaku bisa mendapatkan kritik dari publik. Bahkan ia blak-blakan bisa diminta mundur dari jabatannya sebagai Menkeu.
"Kalau akhir tidak tercapai, saya dimarahi sama masyarakat. Mungkin disuruh mundur," lanjutnya.
Bendahara Negara lalu berkelakar apabila dirinya diminta mundur, maka ia akan memecat bawahannya terlebih dulu, seperti Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu, hingga Robert Marbun yang baru dilantik.
"Tapi sebelum saya mundur, saya akan pecat pak Febrio dulu. Bapak (Robert) juga, baru saya terakhir," celoteh dia.
Lebih lanjut Purbaya juga berpesan kalau Kemenkeu memiliki tantangan yang berat dan waktu yang tak banyak. Makanya ia meminta Robert untuk bekerja keras sebagai Sekjen Kemenkeu.
"Pendeknya, tantangan kita berat, waktu kita enggak banyak. Kita harus bereskan, rapikan lebih erat lagi organisasi kita, hingga dampaknya ke perekonomian semakin signifikan," jelas dia.
Baca Juga: Green Jobs: Menimbang Masa Depan Ketenagakerjaan di Era Transisi Ekologis
Berita Terkait
-
Green Jobs: Menimbang Masa Depan Ketenagakerjaan di Era Transisi Ekologis
-
Soft Saving: Menabung Tanpa Menyiksa Diri di Tengah Tekanan Ekonomi
-
Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara
-
THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan
-
Ungkap Ketimpangan ASN Kemenkeu, Purbaya Guyon Mau Potong Gaji Pegawai Pajak
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam
-
Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?