Suara.com - Industri perhiasan dan logam mulia di Indonesia menempatkan PT Hartadinata Abadi Tbk (kode saham: HRTA) pada posisi yang unik.
HRTA didirikan sejak tahun 2004 dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017, dam emiten asal Bandung ini membedakan dirinya sebagai satu-satunya perusahaan perhiasan emas yang statusnya telah menjadi perusahaan terbuka (tbk).
Keberadaan HRTA di bursa saham memberikan pilihan bagi investor yang ingin mendiversifikasi portofolionya pada sektor barang konsumer non-primer dengan fokus komoditas emas, bersanding dengan emiten pelat merah seperti Aneka Tambang (ANTM).
Keunggulan kompetitif HRTA terletak pada model bisnisnya yang terintegrasi secara vertikal. Hal ini berarti perusahaan menguasai seluruh rantai nilai, mulai dari tahap produksi atau manufaktur, proses pemurnian (refinery), perdagangan grosir, hingga jaringan ritel dan jasa keuangan berupa gadai emas.
Strategi ini memungkinkan perseroan menjaga efisiensi biaya dan kontrol kualitas yang ketat pada setiap tahapannya.
Profil HRTA
Sebagai entitas yang bergerak di sektor manufaktur dan perdagangan, Hartadinata menjalankan operasionalnya melalui empat pabrik produksi yang didedikasikan untuk menciptakan perhiasan emas berkualitas.
Dalam memasarkan produknya, perseroan menggunakan beberapa jenama strategis yang sudah dikenal luas oleh masyarakat.
Produk emas batangan mereka mengusung merek EMASKU dan Emaskita, sementara untuk lini perhiasan, HRTA mengandalkan merek Ardore.
Baca Juga: Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram
Guna memperkuat dominasi pasarnya, HRTA mengelola tiga anak perusahaan dengan fokus yang spesifik:
PT Gemilang Hartadinata Abadi: Mengelola lini bisnis jasa gadai yang menjadi pelengkap ekosistem emas perseroan. Hingga tahun 2025, unit usaha ini telah mengoperasikan sekitar 114 gerai gadai.
PT Emas Murni Abadi: Berfokus pada aktivitas pemurnian emas (refinery), memastikan pasokan bahan baku yang standar dan berkualitas bagi pabrik perhiasan mereka.
PT Emas Karya Abadi: Bertanggung jawab dalam mengelola jaringan reseller dan distribusi produk ke berbagai wilayah.
Jangkauan pasar HRTA per Agustus 2025 telah mencakup wilayah yang sangat luas, dengan 93 toko emas yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi Selatan, hingga Batam.
Ekspansi gerai yang masif ini menunjukkan ambisi perseroan untuk terus mendekatkan produk perhiasan emas kepada konsumen akhir di berbagai kota besar di Indonesia.
Berita Terkait
-
Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan
-
Hukum Menabung Emas Digital Menurut Islam Halal atau Haram? Ini Penjelasannya
-
Harga Emas Pegadaian Jumat Ini Stagnan, Cek Perbandingan Galeri 24 dan UBS
-
Emas Antam Terus Diobral, Hari Ini Harganya Rp 2.810.000/Gram
-
Harga Emas Turun Lagi, Harus Panik atau Santai Saja?
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
Terkini
-
Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes
-
Rupiah Terpuruk! Kembali Dekati Level 18.000 per Dolar AS.
-
Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat
-
Siap-siap! Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce 1 Juli 2026
-
CORE Sebut Penurunan Harga LNG Tekan Risiko PHK, Namun Bukan Solusi Tunggal
-
Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008
-
Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun
-
Tren Remitansi Digital Kian Dilirik, Ini Deret Keunggulannya
-
Polemik Revisi UU Hak Cipta: Nasib Musisi, UMKM Hingga Jurnalis Dipertaruhkan
-
Ekonomi Sirkular Dinilai Bisa Ciptakan Peluang Usaha Baru, Industri Didorong Perbanyak Daur Ulang