Pemegang Saham dan Kendali Perusahaan
Analisis terhadap kepemilikan saham HRTA menunjukkan struktur yang cukup terkonsentrasi di tangan pengendali utama. Berdasarkan data laporan registrasi pemegang efek per Juli 2025, mayoritas saham HRTA dikuasai oleh PT Terang Anugerah Abadi.
Perusahaan ini memegang sekitar 3,26 miliar lembar saham atau setara dengan 71,00% dari total saham yang beredar, menempatkannya sebagai pemegang saham pengendali (PSP).
Meskipun PT Terang Anugerah Abadi bertindak sebagai entitas pengendali secara hukum, identitas pemilik asli atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) dari Hartadinata Abadi adalah Ferriyadi Hartadinata.
Sebagai tokoh sentral di balik berdirinya perusahaan, Ferriyadi mengarahkan visi strategis HRTA sejak masa awal pembentukan hingga bertransformasi menjadi emiten publik yang mapan.
Selain pemegang saham utama, jajaran manajemen perseroan juga memiliki porsi kepemilikan sebagai bentuk keselarasan kepentingan antara manajemen dan pemegang saham publik:
Fendy Wijaya (Komisaris): Memiliki 17,56 juta saham atau sekitar 0,38%.
Sandra Sunanto (Direktur Utama): Memiliki 3,17 juta saham atau sekitar 0,07%.
Cuncun Muliawan (Direktur): Memiliki sekitar 0,05%.
Baca Juga: Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram
Ong Deny (Direktur): Memiliki sekitar 0,05%.
Sementara itu, porsi kepemilikan masyarakat (non-warkat) berada di angka 28,45% hingga 28,49%. Angka free float ini memberikan likuiditas yang cukup bagi perdagangan saham HRTA di pasar sekunder.
Sebagai catatan sejarah, saat melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) pada 2017, HRTA melepas 1,10 miliar lembar saham ke publik dengan harga penawaran Rp300 per saham, yang saat itu setara dengan 24% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan
-
Hukum Menabung Emas Digital Menurut Islam Halal atau Haram? Ini Penjelasannya
-
Harga Emas Pegadaian Jumat Ini Stagnan, Cek Perbandingan Galeri 24 dan UBS
-
Emas Antam Terus Diobral, Hari Ini Harganya Rp 2.810.000/Gram
-
Harga Emas Turun Lagi, Harus Panik atau Santai Saja?
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%