- IHSG pada Senin, 30 Maret 2026, dibuka dan terus merosot, mencapai level 6.980 hingga pukul 09.04 WIB.
- Perdagangan saham saat itu mencatat nilai transaksi Rp 1,33 triliun dengan mayoritas saham, yaitu 434, mengalami penurunan.
- Proyeksi IHSG diperkirakan bergerak terbatas karena tekanan sentimen geopolitik global dan antisipasi data ekonomi domestik.
Suara.com - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), terus turun pada awal perdagangan, Senin, 30 Maret 2026. IHSG dibuka merosot 1,08 persen ke level 7.020.
Namun, mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG terperangkap di zona merah dengan turun 1,64 persen ke level 6.980.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,45 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,33 triliun, serta frekuensi sebanyak 144.400 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 143 saham bergerak naik, sedangkan 434 saham mengalami penurunan, dan 381 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, SOHO, RGAS, ZYRX, RAAM, ASPI, LUCK, CYBR, ESTI, PGUN, GSMF, OILS.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, MLPT, APIC, BEER, FMII, SSTM, URBN, FITT, JAYA, ROCK, OASA, KUAS.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas pada perdagangan awal pekan ini di tengah tekanan sentimen global, terutama terkait ketegangan geopolitik dan lonjakan harga energi.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, pergerakan IHSG masih dibayangi ketidakpastian eksternal, khususnya dari perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Lo Kheng Hong Punya Saham BUMI? Intip Portofolio Terkini 'Warren Buffet' Indonesia
Sebelumnya, pada perdagangan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah sebesar 0,94 persen dengan aksi jual asing sebesar Rp 1,9 triliun di pasar reguler.
"Pelemahan ini terjadi karena sentimen negatif masih berasal dari ketidakpastian mengenai perundingan diplomatik antara AS dan Iran untuk menghentikan perang," tulis riset tersebut.
Selain faktor geopolitik, kenaikan harga minyak mentah dan gas alam turut menjadi tekanan bagi pasar. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan suplai energi serta dampaknya terhadap inflasi global.
Dari sisi global, bursa saham Amerika Serikat juga mencatatkan pelemahan signifikan. Indeks di Wall Street kompak ditutup di zona merah, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor.
Secara teknikal, pergerakan IHSG diproyeksikan cenderung terbatas dengan kisaran support di level 7.000 dan resistance pada level 7.100.
Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah sentimen lain, termasuk aksi demonstrasi di Amerika Serikat bertajuk 'No Kings' yang memprotes kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Di dalam negeri, perhatian investor akan tertuju pada rilis data ekonomi penting, khususnya tingkat inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang dinilai dapat memengaruhi arah pergerakan pasar.
Adapun dalam laporan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan (stock pick), yakni AKRA, DSNG, dan CYBR.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO
-
Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara
-
Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes
-
Rupiah Terpuruk! Kembali Dekati Level 18.000 per Dolar AS.
-
Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat
-
Siap-siap! Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce 1 Juli 2026
-
CORE Sebut Penurunan Harga LNG Tekan Risiko PHK, Namun Bukan Solusi Tunggal
-
Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008
-
Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun
-
Tren Remitansi Digital Kian Dilirik, Ini Deret Keunggulannya