- PT Mark Dynamics Indonesia Tbk membukukan penjualan bersih Rp 837,31 miliar pada 2025, turun 8,0 persen dibanding tahun sebelumnya.
- Laba bersih perseroan tetap solid di 2025, ditandai peningkatan signifikan *net margin* menjadi 33,9 persen.
- Struktur bisnis MARK didukung oleh dominasi ekspor dalam dolar AS serta peningkatan signifikan pangsa pasar domestik 18 persen.
Suara.com - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencatatkan kinerja keuangan yang menunjukkan peningkatan kualitas profitabilitas sepanjang tahun buku 2025, meski menghadapi tekanan dari normalisasi industri.
Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 837,31 miliar, turun 8,0 persen dibandingkan Rp 909,99 miliar pada 2024.
Adapun, laba tetap terjaga solid dengan laba bruto mencapai Rp 422,35 miliar dan laba tahun berjalan sebesar Rp 283,91 miliar, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama MARK, Ridwan Goh, menyampaikan bahwa kinerja tersebut mencerminkan keberhasilan strategi efisiensi yang dijalankan secara konsisten oleh perseroan.
"Peningkatan net margin di tengah penurunan pendapatan menunjukkan bahwa strategi perseroan mulai memberikan hasil nyata. Kami terus fokus pada pengendalian biaya, peningkatan produktivitas, serta optimalisasi proses produksi," ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (29/3/2026).
Sepanjang 2025, perseroan berhasil meningkatkan margin secara signifikan. Gross margin naik menjadi 50,4 persen dari 48,5 persen. Sedangkan net margin meningkat menjadi 33,9 persen dari 31,5 persen pada tahun sebelumnya.
Capaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan biaya produksi dan operasional di tengah tekanan pendapatan.
Dari sisi neraca, kondisi keuangan MARK juga semakin solid. Kas dan setara kas meningkat 19,2 persen menjadi Rp 90,27 miliar dari Rp 75,73 miliar. Total aset tercatat sebesar Rp 1,02 triliun dengan ekuitas mencapai Rp 902,6 miliar.
Kinerja keuangan yang kuat ini turut membuka peluang bagi perseroan untuk membagikan dividen yang lebih besar kepada pemegang saham. MARK dikenal sebagai emiten yang konsisten membagikan dividen setiap tahun, sehingga menarik bagi investor yang mengincar pendapatan rutin selain potensi capital gain.
Baca Juga: Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
Di sisi operasional, struktur bisnis perseroan dinilai cukup defensif terhadap fluktuasi nilai tukar. Mayoritas penjualan dilakukan melalui ekspor dengan denominasi dolar AS, sehingga memberikan lindung nilai alami (natural hedge) terhadap pelemahan rupiah dan membantu menjaga stabilitas margin serta arus kas.
Selain memperkuat pasar ekspor, MARK juga mencatat peningkatan signifikan di pasar domestik. Kontribusi penjualan dalam negeri mencapai sekitar 18 persen dari total pendapatan pada 2025, melonjak dari sekitar 7 persen pada tahun sebelumnya.
Peningkatan ini didorong oleh mulai berkembangnya industri sarung tangan di dalam negeri, termasuk masuknya pemain baru yang mendorong permintaan.
Perseroan mampu memanfaatkan peluang tersebut melalui kapasitas produksi yang kuat, kualitas produk, serta kedekatan geografis dengan pelanggan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?
-
BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang
-
BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel
-
Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara