Bisnis / Makro
Selasa, 31 Maret 2026 | 14:28 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyalami sejumlah diaspora yang menyambut kedatangan di hotel tempat Kepala Negara menginap di Tokyo, Jepang, Minggu (29/3/2026). (Dok. BPMI Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Indonesia dan Jepang menandatangani MoU untuk 10 proyek senilai 23,1 miliar Dolar AS pada 31 Maret 2026.
  • Jepang merupakan investor utama Indonesia di sektor otomotif dan berkontribusi signifikan pada infrastruktur besar negara.
  • Kemitraan fokus masa depan mencakup transisi energi, hilirisasi industri, dan penguatan rantai pasok global bersama.

Suara.com - Pemerintah Indonesia resmi menekan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Jepang. Kedua negara ini sepakat melakukan 10 proyek kerja sama dengan total nilai 23,1 miliar Dolar AS atau Rp 392,7 triliun.

Hal ini dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto serta beberapa menteri lain.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa hubungan ekonomi antar kedua negara yang telah terbangun selama 68 tahun itu sangat didukung oleh kontribusi dari perusahaan-perusahaan Jepang di berbagai sektor yang ada di Indonesia.

“Saya hadir di sini bukan hanya untuk melanjutkan kemitraan yang sudah ada, tetapi untuk mendorongnya ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih cepat. Dunia semakin mengecil. Tidak ada pilihan lain selain kerja sama erat di semua bidang. Saya percaya hubungan ekonomi dan kemitraan yang kuat akan menghasilkan perdamaian dan persahabatan yang berkelanjutan. Jika kita memiliki kepentingan bersama, kita akan menjaga masa kini dan masa depan,” katanya, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Selasa (31/3/2026).

Disebutkan bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang saat ini semakin solid, terlihat dari posisi Jepang sebagai tujuan ekspor terbesar ke-4 Indonesia dengan nilai 17,61 miliar Dolar AS.

Sedangkan Jepang merupakan salah satu investor utama untuk Indonesia, menempati peringkat ke-5 dengan total investasi sebesar 3,13 miliar Dolar AS yang mengalir ke sektor industri otomotif dan alat transportasi, diikuti sektor kimia dan farmasi.

MoU Indonesia-Jepang. [Dok. Kemenko Perekonomian]

Jepang juga berperan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur skala besar melalui skema kerja sama Pemerintah dan badan usaha serta bantuan pembangunan, khususnya di sektor transportasi, pelabuhan, energi, dan infrastruktur perkotaan.

Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa investasi Jepang dinilai memiliki kualitas tinggi dengan karakter disiplin, penguasaan teknologi, serta komitmen jangka panjang. Presiden pun menyampaikan penghargaan secara pribadi atas hubungan erat yang telah terjalin antara kedua negara.

“Jepang membawa kualitas dalam investasi, disiplin, teknologi, dan komitmen jangka panjang. Itulah sebabnya investasi Jepang dihormati, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia dan secara pribadi saya sangat menghargai hubungan ini,” ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga: Jaksa Agung Didesak Turun Tangan Seret Penyiram Air Keras Andrie Yunus ke Peradilan Umum

Ke depannya, kerja sama Indonesia dan Jepang diharapkan bisa melampaui kerja sama ekonomi tradisional dan beralih menuju penciptaan solusi masa depan secara bersama.

Hal ini dapat diwujudkan melalui tiga area utama kerja sama, yaitu Transisi Energi dan Pertumbuhan Hijau, Transformasi Industri dan Hilirisasi, serta Memperkuat Rantai Pasok Global.

Sementara itu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pertemuan business-to-business dan pertukaran MoU ini merupakan langkah konkret menuju pembangunan kemitraan yang lebih kuat.

"Indonesia percaya bahwa masa depan kemitraan ini terletak pada bekerja, berinovasi, dan bertumbuh bersama, sehingga dapat membentuk masa depan yang penuh kemakmuran bersama, tak hanya untuk kedua negara, tetapi juga untuk kawasan Indo-Pasifik,” jelas Menko Airlangga.

Load More