- HIPMI memperkirakan harga Pertamax berpotensi naik hingga Rp13.500 per liter akibat lonjakan harga minyak mentah dunia.
- Kenaikan harga dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah yang menekan harga minyak mentah dan biaya operasional.
- Kenaikan harga BBM non-subsidi berdampak pada peningkatan biaya operasional sebesar 30 hingga 40 persen di sektor logistik.
Suara.com - HIPMI Perkirakan Harga Pertamax Bisa Capai Rp 13.500, Begini Hitungannya
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dinilai semakin sulit dihindari di tengah lonjakan harga minyak dunia. Bahkan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memperkirakan harga Pertamax berpotensi naik hingga menyentuh Rp13.500 per liter.
Sekretaris Jenderal HIPMI, Anggawira, mengatakan kenaikan harga BBM non-subsidi merupakan konsekuensi logis dari tekanan global, terutama akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
"Kenaikan harga BBM non-subsidi dalam situasi geopolitik seperti sekarang memang wajar dan sulit dihindari. Harga BBM non-subsidi pada dasarnya mengikuti harga minyak mentah dunia, kurs rupiah, biaya pengapalan, dan premi risiko akibat konflik," kata Anggawira seperti dikutip, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, harga minyak mentah dunia jenis Brent yang saat ini bergerak di kisaran 100 hingga 115 dolar AS per barel bahkan sempat melonjak lebih tinggi akibat gangguan di Selat Hormuz, memberi tekanan besar terhadap harga BBM dalam negeri.
Saat ini, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax berada di kisaran Rp 12.300 per liter, Dexlite Rp 14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp 14.500 per liter. Jika tren harga minyak dunia tidak kunjung mereda, penyesuaian harga dinilai menjadi langkah rasional untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi.
"Secara realistis, kenaikan yang masih dianggap wajar untuk BBM non-subsidi berada di kisaran 5–10 persen. Artinya, Pertamax yang saat ini sekitar Rp12.300 per liter bisa naik ke kisaran Rp12.900–13.500 per liter," ujarnya.
Menurut Anggawira, kenaikan harga BBM memang akan berdampak pada peningkatan biaya operasional di berbagai sektor, terutama transportasi dan logistik. Ia menyebut komponen BBM bahkan bisa mencapai 30–40 persen dari total biaya operasional di sektor tersebut.
"Untuk sektor trucking, logistik, pelayaran, bus, travel, hingga distribusi barang, komponen BBM bisa mencapai 30–40 persen dari total biaya operasional," kata Anggawira.
Baca Juga: Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Per 1 April 2026 di Seluruh Indonesia
Sementara itu, pakar kebijakan publik Universitas Katolik Parahyangan, Kristian Widya Wicaksono, menilai kenaikan harga BBM non-subsidi merupakan konsekuensi dari sistem energi global yang saling terhubung.
"Kenaikan harga BBM non-subsidi di tengah memanasnya geopolitik Timur Tengah merupakan konsekuensi yang sulit dihindari dalam sistem energi global yang saling terhubung," ujar Kristian.
Ia menambahkan, kenaikan harga BBM perlu disikapi secara rasional dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat serta dampaknya terhadap inflasi. Pemerintah juga diharapkan mengambil langkah penyesuaian secara bertahap dan tetap menjaga perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Dengan tekanan harga minyak dunia yang masih tinggi, pelaku pasar dan masyarakat kini menanti langkah pemerintah dalam menentukan kebijakan harga BBM ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah