- Harga emas Antam per 1 April 2026 mencapai Rp 2.902.000 per gram setelah mengalami kenaikan sebesar Rp 75.000.
- Harga pembelian kembali emas Antam melonjak menjadi Rp 2.587.000 per gram dengan tambahan pajak penghasilan sesuai ketentuan.
- Lonjakan harga emas dunia dipicu oleh dinamika geopolitik global serta penyesuaian pasar terhadap inflasi dan suku bunga.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 1 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.902.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu tiba-tiba meroket Rp 75.000 dibandingkan Selasa, 31 Maret 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.587.000 per gram.
Harga buyback itu ikut melambung tinggi Rp 110.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0,5 gram: Rp 1.504.753
- 1 gram: Rp 2.909.255
- 2 gram: Rp 5.758.360
- 3 gram: Rp 8.62.478
- 5 gram: Rp 14.320.713
- 10 gram: Rp 28.8586.288
- 25 gram: Rp 71.339.905
- 50 gram: Rp 142.600.613
- 100 gram: Rp 285.123.030
- 250 gram: Rp 712.541.913
- 500 gram: Rp 1.424.873.300
- 1000 gram: Rp 2.849.706.500
Harga Emas Dunia Melonjak
Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa, namun tetap mencatat kinerja bulanan terburuk dalam lebih dari satu dekade.
Mengutip CNBC, kontrak berjangka emas melonjak lebih dari 2 persen dan ditutup di level 4.678 dolar AS.
Baca Juga: Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Hari Ini Naik! Update Segera di Pegadaian
Meski demikian, sepanjang Maret harga emas justru anjlok lebih dari 10 persen, menjadi penurunan bulanan terbesar sejak Juni 2013 sekaligus mengakhiri tren kenaikan selama delapan bulan terakhir.
Tak hanya emas, pergerakan logam mulia lainnya juga menunjukkan volatilitas tinggi. Kontrak berjangka perak naik lebih dari 6% ke level 74,92 dolar AS, namun sepanjang Maret telah merosot lebih dari 19 persen, mencatat kinerja bulanan terburuk sejak 2011 setelah sebelumnya mencatat reli selama 10 bulan.
Meski tertekan pada Maret, secara kuartalan emas dan perak masih mencatatkan kinerja positif. Harga emas naik lebih dari 7% dan perak menguat sekitar 6% sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Tekanan terhadap harga emas dipengaruhi oleh dinamika global, terutama konflik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga energi. Kenaikan harga minyak dan gas meningkatkan ekspektasi inflasi, yang pada akhirnya memicu potensi kenaikan suku bunga faktor yang biasanya menekan harga emas.
Manajer Investasi Shackleton Advisers, Wayne Nutland, menilai pola pergerakan emas dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami perubahan signifikan.
"Sebelum perang Ukraina, harga emas cenderung berbanding terbalik dengan imbal hasil obligasi riil dan dolar AS, dengan harga emas naik ketika metrik tersebut turun, dan harga emas turun ketika metrik tersebut naik," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terkini
-
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983
-
Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham
-
Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global
-
Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi
-
Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan
-
125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!
-
Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya
-
Isu Harga BBM Melejit, Warga Jakarta 'Panic Buying' Pertamax Hingga Ludes!