- Rupiah dibuka melemah pada Rabu (25/3/2026) di level Rp16.919 per dolar AS, melanjutkan tren pelemahan pasca liburan.
- Pelemahan rupiah dipicu tekanan global dari situasi Timur Tengah serta harga minyak yang masih tinggi.
- Mata uang Asia mayoritas menguat, dengan Won Korea Selatan mencatatkan penguatan terbesar dibandingkan mata uang Asia lainnya.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah masih konsisten melemah pada pembukaan hari ini. Pelemahan rupiah terus terjadi usai liburan panjang.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (25/3/2026) dibuka ke level Rp16.919 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,13 persen dibanding penutupan pada Selasa (17/3/2026) yang berada di level Rp 16.998 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.982 per dolar AS. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah gagal menguat disebabkan oleh tekanan global dari Timur Tengah.
"Rupiah diperkiran melemah terhadap dolar AS. Walau ada harapan de-eskalasi di Timur Tengah, merespon laporan bahwa AS telah memberikan Iran sebuah rencana yang dapat mengakhiri konflik tersebut," katanya saat dihubungi Suara.com.
Namun sentimen umum masih belum pulih. Salah satunya harga minyak masih tinggi dan selat hormuz masih ditutup. Kondisi itu membuat rupiah masih akan terus tertekan.
"Investor masih belum sepenuhnya yakin dan terus berhati-hati memantau perkembangannya. Range 16.850-16.950," jelasnya.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia cenderung menguat. Di mana, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,47 persen.
Selanjutnya, ada dolar Taiwan yang terkerek 0,27 persen dan baht Thailand menanjak 0,17 persen. Disusul, yuan China yang terapresiasi 0,11 persen.
Berikutnya, ringgit Malaysia terangkat 0,11 persen dan dolar Singapura yang menguat tipis 0,04 persen.
Baca Juga: BI Bakal Siaga Pelototi Rupiah saat Libur Lebaran 2026
Sedangkan, yen Jepang dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,006 persen. Diikuti, peso Filipina yang terlihat melemah tipis 0,005 persen terhadap the greenback di pagi ini.
Berita Terkait
-
Nilai Tukar Rupiah Menguat Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.887
-
Dolar Naik Imbas Konflik Iran Vs AS-Israel, Harga Barang Impor Bisa Ikutan Meroket
-
Purbaya Ngotot soal Rupiah Lemah hingga IHSG Jeblok: Jangankan Krisis, Resesi Saja Belum!
-
Sentuh Rp16.949 per Dolar AS, Rupiah Berpotensi Tertekan jika Konflik Timur Tengah Berlanjut
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram
-
Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100
-
Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini
-
Penghapusan KBMI 1 Masih Bertahap, OJK Pastikam Tidak Ada Unsur Paksa
-
Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran
-
Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel
-
Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN
-
Update Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Pulo Gebang Ramai, Perjalanan Tetap Lancar
-
Siap-siap! IHSG Bisa Anjlok Setelah Libur Panjang, Simak Rekomendasi Saham
-
IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir