Bisnis / Keuangan
Rabu, 25 Maret 2026 | 16:01 WIB
BI mengubah batas maksimum pembelian valas dengan menjadi 50.000 dolar AS per pelaku per bulan. Kebijakan ini berlaku mulai April mendatang di tengah ancaman krisis energi akibat konflik di Teluk Persia. [Antara]
Baca 10 detik
  • Rupiah ditutup melemah 0,08 persen terhadap dolar AS menjadi Rp 16.911 pada Rabu, 25 November 2026.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen global negatif, seperti konflik Timur Tengah yang terus berlanjut.
  • Beberapa mata uang Asia turut melemah, sementara dolar Hong Kong menjadi penguat terbesar di kawasan tersebut.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah masih tunduk terhadap dolar AS pada penutupan pada Rabu, 25 November 2026. Kondisi ini terus bertahan sejak pekan lalu.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup ke level Rp 16.911 per dolar AS.

Mata uang Garuda itu pun melemah 0,08 persen dibanding penutupan pada Selasa (17/3/2026) yang berada di level Rp 16.998 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.905 per dolar AS.

BI mengubah batas maksimum pembelian valas dengan menjadi 50.000 dolar AS per pelaku per bulan. Kebijakan ini berlaku mulai April mendatang di tengah ancaman krisis energi akibat konflik di Teluk Persia. [Antara]

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah tertekan akibat sentimen global, salah satunya konflik Timur Tengah yang terus berkepanjangan.

"Rupiah dan mata uang regional maupun utama dunia masih tertekan terhadap dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com.

Menurut dia, sentimen investor mata uang umumnya masih negatif, bertolak belakang dengan sentimen risiko yang tinggi di pasar ekuitas oleh harapan de-eskalasi di Timur Tengah.

Hal ini merespon laporan bahwa AS telah memberikan Iran sebuah rencana yang dapat mengakhiri konflik tersebut. 

"Rupiah diperkirakan masih range-bound dengan potensi melemah dan menguat terbatas, investor masih terus mencermati perkembangan seputar perang timteng dan harga minyak dunia. Range Rp 16.850 - Rp 16.950," tegasnya.

Baca Juga: Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS

Sementara itu, beberapa mata uang Asia juga mengalami pelemahan. Salah satunya, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,45 persen. Disusul, yen Jepang yang ambles 0,29 persen.

Selanjutnya ada won Korea Selatan dan peso Filipina yang sama-sama tertekan 0,27 persen. Diikuti, ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,2 persen.

Berikutnya dolar Singapura tergelincir 0,16 persen dan yuan China terdepresiasi 0,1 persen. Lalu, dolar Taiwan yang ditutup melemah tipis 0,02 persen.

Sedangkan, dolar Hong Kong menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,11 persen. Kemudian ada rupee India yang menguat tipis 0,01 persen terhadap the greenback di sore ini.

Load More