- Rupiah menguat 0,08% pada Kamis (26/3/2026) pagi, dibuka di Rp16.896 per dolar AS setelah melemah sepekan.
- Analis menilai penguatan rupiah didorong oleh intervensi berkelanjutan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).
- Mata uang Asia mayoritas melemah, namun dolar Taiwan tercatat menguat paling signifikan terhadap dolar Amerika Serikat.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah akhirnya bangkit pada pembukaan hari ini. Sebelumnya, mata uang garuda terus melemah selama sepekan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Kamis (26/3/2026) dibuka ke level Rp16.896 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun menguat 0,08 persen dibanding penutupan pada Rabu (25/3/2026) yang berada di level Rp16.911 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.905 per dolar AS. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah didorong oleh intervensi Bank Indonesia (BI) yang terus dilakukan.
"Penguatan diperkirakan oleh intervensi Bank Indonesia," katanya saat dihubungi Suara.com.
Namun, dia masih mewaspadai pelemahan mata uang garuda masih terus terjadi. Sebab,harga minyak yang naik bisa memberikan tekanan pada rupiah.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat oleh skeptisme akan perdamaian di timteng, harga minyak yang kembali naik juga membebani. Range 16.850-16.950," jelasnya.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia cenderung melemah. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,5 persen. Selanjutnya ada won Korea Selatan yang tertekan 0,24 persen Disusul, baht Thailand dan peso Filipina yang sama-sama terkoreksi 0,16 persen.
Berikutnya, yuan China tergelincir 0,04 persen dan dolar Singapura yang turun 0,008 persen. Lalu, yen Jepang terlihat melemah tipis 0,006 persen.
Sedangkan, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah menanjak 0,24 persen. Kemudian ada dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,02 persen terhadap the greenback di pagi ini.
Baca Juga: Rupiah Belum Bangkit Hari Ini, Nyaris Rp 17.000/USD
Berita Terkait
-
Rupiah Menguat Tips, Dolar AS Sentuh ke Level Rp16.861
-
Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
-
Nilai Tukar Rupiah Menguat Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.887
-
Dolar Naik Imbas Konflik Iran Vs AS-Israel, Harga Barang Impor Bisa Ikutan Meroket
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik
-
Gegara Minyak Dunia IHSG Melesat Hampir ke Level 6.000, BBCA Naik Lagi
-
99 Persen Laba GGRM Jadi Dividen, Pemegang Saham Dapat Jatah jumbo!
-
Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026
-
Toko Online Tanpa NIB Bakal Diblokir? Simak Aturan Baru Kemendag 2026
-
Ace Hardware Dipastikan Kembali Buka di Indonesia
-
Perhatian Pemegang Saham GGRM, Dividen Rp800 per Saham Cair 23 Juli 2026
-
Rupiah Menguat Seiring Kembalinya Investor Asing
-
Mengapa Gaji Guru Sangat Kecil?
-
Proyeksi Laba Hingga Target Harga Turun, Saham Grup Salim Masih Layak Dibeli?