Terbukti dari rasio Price to Book Value (PBV) yang dilaporkan hanya berkisar 0,8 kali, yang dipandang atraktif bagi perusahaan berkinerja kokoh dengan kapitalisasi pasar fantastis yang mencapai ratusan triliun rupiah.
Menanti Keputusan Dividen di RUPST 10 April
Di tengah fluktuasi harga saham di pasar sekunder, perhatian para pemegang saham kini mulai terfokus pada agenda penting aksi korporasi yang akan segera digelar.
Bank Rakyat Indonesia dijadwalkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 10 April 2026 mendatang.
Salah satu mata acara yang paling dinanti oleh publik dalam rapat tersebut adalah pembahasan serta persetujuan terkait penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025.
Berdasarkan materi presentasi yang disampaikan ke publik, jajaran manajemen BRI mengonfirmasi bahwa laba bersih yang berhasil diperoleh perseroan sepanjang tahun buku 2025 akan dialokasikan untuk pembagian dividen serta sebagian lagi dimasukkan sebagai laba ditahan.
Keputusan untuk membagikan dividen ini didasari oleh performa finansial perseroan yang tetap tangguh serta ketersediaan rasio modal yang sangat memadai.
Manajemen BRI memberikan penjelasan mendalam mengenai skema pembagian dividen ini agar dipahami dengan baik oleh publik.
“Sebagai informasi tambahan, pada tanggal 15 Januari 2025, perseroan telah mendistribusikan dividen interim sebesar Rp 137 per saham, atau maksimal Rp 20,63 triliun. Hal ini termasuk dalam dividen untuk tahun buku 2025,” ungkap manajemen BRI dikutip Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: BRI Perkokoh Dominasi Penyaluran Kredit Kerakyatan Pertumbuhan KUR dan UMi di NTT
Pihak manajemen BBRI menambahkan bahwa dengan tetap mengacu pada hasil persetujuan dalam RUPST nantinya, perseroan telah menetapkan indikasi dividen total minimal sebesar Rp343,4 per lembar saham untuk buku 2024.
Perhitungan dividen ini didasarkan pada jumlah total 151.559.001.604 lembar saham yang saat ini beredar di pasar modal, yang jika ditotal secara keseluruhan nilainya mencapai Rp52,04 triliun.
Nilai total dividen tersebut tentu sudah memperhitungkan porsi pembayaran dividen interim yang telah didistribusikan sebelumnya kepada para pemegang saham.
Oleh karena itu, usulan untuk besaran sisa dividen final yang akan dibayarkan oleh emiten BBRI kepada para pemegang saham pada pencairan berikutnya adalah sebesar Rp206,4 per lembar saham.
Disclaimer: Materi dalam artikel ini disusun hanya untuk keperluan informasi berita dan edukasi pasar, bukan merupakan ajakan, saran, atau rekomendasi tertulis untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Segala keputusan transaksi saham dan risikonya sepenuhnya berada di tangan investor masing-masing. Pastikan Anda melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum berinvestasi.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Jelang Duel, Persik Kediri Soroti Lini Pertahanan Persijap Jepara
-
Perburuan Gelar Juara, Beckham Putra Anggap 8 Laga Sisa sebagai Final
-
Persib Bandung Unggul 9 Poin, Bojan Hodak Was-was: Gelar Belum di Tangan
-
Bursa Saham RI Merah pada Sesi I, Betah di Level 6.900
-
Link Live Streaming Persik Kediri vs Persijap: Macan Putih Pantang Lengah!
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN
-
IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan
-
BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya
-
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul
-
Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya