Bisnis / Keuangan
Senin, 06 April 2026 | 16:58 WIB
Gedung BRI. (Dok: BRI)

Terbukti dari rasio Price to Book Value (PBV) yang dilaporkan hanya berkisar 0,8 kali, yang dipandang atraktif bagi perusahaan berkinerja kokoh dengan kapitalisasi pasar fantastis yang mencapai ratusan triliun rupiah.

Menanti Keputusan Dividen di RUPST 10 April

Di tengah fluktuasi harga saham di pasar sekunder, perhatian para pemegang saham kini mulai terfokus pada agenda penting aksi korporasi yang akan segera digelar.

Bank Rakyat Indonesia dijadwalkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 10 April 2026 mendatang.

Salah satu mata acara yang paling dinanti oleh publik dalam rapat tersebut adalah pembahasan serta persetujuan terkait penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025.

Berdasarkan materi presentasi yang disampaikan ke publik, jajaran manajemen BRI mengonfirmasi bahwa laba bersih yang berhasil diperoleh perseroan sepanjang tahun buku 2025 akan dialokasikan untuk pembagian dividen serta sebagian lagi dimasukkan sebagai laba ditahan.

Keputusan untuk membagikan dividen ini didasari oleh performa finansial perseroan yang tetap tangguh serta ketersediaan rasio modal yang sangat memadai.

Manajemen BRI memberikan penjelasan mendalam mengenai skema pembagian dividen ini agar dipahami dengan baik oleh publik.

“Sebagai informasi tambahan, pada tanggal 15 Januari 2025, perseroan telah mendistribusikan dividen interim sebesar Rp 137 per saham, atau maksimal Rp 20,63 triliun. Hal ini termasuk dalam dividen untuk tahun buku 2025,” ungkap manajemen BRI dikutip Rabu (25/3/2026).

Baca Juga: BRI Perkokoh Dominasi Penyaluran Kredit Kerakyatan Pertumbuhan KUR dan UMi di NTT

Pihak manajemen BBRI menambahkan bahwa dengan tetap mengacu pada hasil persetujuan dalam RUPST nantinya, perseroan telah menetapkan indikasi dividen total minimal sebesar Rp343,4 per lembar saham untuk buku 2024.

Perhitungan dividen ini didasarkan pada jumlah total 151.559.001.604 lembar saham yang saat ini beredar di pasar modal, yang jika ditotal secara keseluruhan nilainya mencapai Rp52,04 triliun.

Nilai total dividen tersebut tentu sudah memperhitungkan porsi pembayaran dividen interim yang telah didistribusikan sebelumnya kepada para pemegang saham.

Oleh karena itu, usulan untuk besaran sisa dividen final yang akan dibayarkan oleh emiten BBRI kepada para pemegang saham pada pencairan berikutnya adalah sebesar Rp206,4 per lembar saham.


Disclaimer: Materi dalam artikel ini disusun hanya untuk keperluan informasi berita dan edukasi pasar, bukan merupakan ajakan, saran, atau rekomendasi tertulis untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Segala keputusan transaksi saham dan risikonya sepenuhnya berada di tangan investor masing-masing. Pastikan Anda melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum berinvestasi.

Kontributor : Rizqi Amalia

Load More