- CNAF bagikan dividen Rp129 miliar (40% laba bersih) hasil kinerja tahun 2025.
- Pendapatan naik 9,31% jadi Rp2,23 triliun dan kantongi peringkat AAA dari Fitch.
- Pangsa pasar naik ke 6,11% dengan total pembiayaan baru mencapai Rp9,25 triliun.
Suara.com - PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 di Griya CIMB Niaga, Tangerang Selatan, Senin (6/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Perseroan mengumumkan performa yang tetap resilien meski kondisi pasar otomotif sempat terkontraksi.
Salah satu poin krusial yang disepakati pemegang saham adalah pembagian dividen tunai sebesar Rp129 miliar. Angka ini merepresentasikan payout ratio sebesar 40% dari total laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp322,75 miliar.
Sepanjang tahun 2025, CNAF berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp2,23 triliun, atau tumbuh 9,31% secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini disokong oleh kenaikan total aset yang mencapai Rp11,46 triliun dan aset kelolaan sebesar Rp13,66 triliun.
Presiden Direktur CNAF, Ristiawan, mengakui bahwa tahun 2025 merupakan periode yang menantang bagi industri pembiayaan. Namun, strategi adaptif perusahaan berhasil membawa CNAF meningkatkan pangsa pasar pembiayaan kendaraan bermotor menjadi 6,11%.
"CNAF berhasil menjaga kinerja yang adaptif, resilien, dan kompetitif. Kami membukukan total penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp9,25 triliun di tahun 2025," ujar Ristiawan dalam keterangannya.
Kualitas aset CNAF yang terjaga juga mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkat Fitch Indonesia yang menyematkan peringkat AAA. Peringkat tertinggi ini mencerminkan manajemen risiko dan kelincahan (agility) Perseroan yang berada di level terbaik.
Selain urusan finansial, RUPST juga menetapkan pengangkatan kembali Dr. Rini Fatma Kartika sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk periode 2026-2029. Hal ini mempertegas komitmen CNAF dalam memperkuat struktur tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.
Menatap tahun 2026, manajemen CNAF tetap optimistis prospek usaha akan membaik meskipun dibayangi tantangan makroekonomi dan geopolitik global.
Baca Juga: Aset Krom Bank (BBSI) Tembus Rp12,21 Triliun, Tumbuh Hampir Dua Kali Lipat
"Kami senantiasa terus mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan aspek prudential untuk mencapai misi menjadi the most profitable multifinance di Indonesia," tutup Ristiawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu
-
Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun
-
10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara
-
Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik
-
Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026
-
Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar
-
Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor
-
Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal
-
Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya
-
Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres