- Harga emas antam berbalik naik Rp15.000 per gram, sementara harga buyback juga meningkat Rp19.000.
- Harga global cenderung datar karena investor menunggu perkembangan konflik dan kebijakan suku bunga.
- Ekspektasi suku bunga tinggi dari Federal Reserve mengurangi daya tarik emas meski risiko geopolitik meningkat.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 7 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.850.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu berbalik naik Rp 15.000 dibandingkan Senin, 6 April 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.569.000 per gram.
Harga buyback itu ikut melonkal Rp 19.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0.5 gram: Rp 1.478.688
- 1 gram: Rp 2.857.125
- 2 gram: Rp 5.654.100
- 3 gram: Rp 8.456.088
- 5 gram: Rp 14.060.063
- 10 gram: Rp 28.064.988
- 25 gram: Rp 70.036.655
- 50 gram: Rp 139.994.113
- 100 gram: Rp 279.910.030
- 250 gram: Rp 699.509.413
- 500 gram: Rp 1.398.808.300
- 1000 gram: Rp 2.797.576.500
Emas Dunia Stabil
Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Selasa, di tengah sikap hati-hati investor yang menanti perkembangan terbaru terkait konflik di Timur Tengah.
Mengutip laporan Reuters, harga emas spot tercatat turun tipis 0,1 oersen menjadi 4.640,93 dolar AS per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni melemah 0,4 persen ke level 4.666,70 dolar AS.
Baca Juga: Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun, UBS Ikutan Anjlok!
Pergerakan harga emas cenderung tertahan seiring meningkatnya ketidakpastian global, khususnya terkait tenggat waktu yang diberikan Presiden AS Donald Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
"Semua orang sedang dalam mode menunggu apa pun hasil dari pidato panjang yang telah disampaikan Presiden selama beberapa hari terakhir," kata Ilya Spivak, kepala makro global di Tastylive.
Iran sebelumnya menegaskan menginginkan akhir permanen dari konflik dengan AS dan Israel, serta menolak tekanan untuk membuka kembali jalur strategis tersebut. Di sisi lain, Trump memperingatkan bahwa Iran bisa 'disingkirkan' jika tidak memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan.
Di tengah ketegangan tersebut, harga minyak dunia masih bertahan di atas 110 dolar AS per barel, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Lonjakan harga energi ini memicu kekhawatiran inflasi. Namun, kenaikan suku bunga yang berpotensi dipertahankan oleh bank sentral AS, Federal Reserve, justru mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Pejabat The Fed, seperti Beth Hammack dan Austan Goolsbee, menilai inflasi masih menjadi perhatian utama dibandingkan pasar tenaga kerja, sehingga mendukung kebijakan moneter yang lebih ketat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Fasilitasi Impor dan Pengadaan Barang China, Natindo Cargo Bantu UMKM
-
Sidang Korupsi INALUM Bongkar Risiko Penjualan Alloy: Piutang Rp140 Miliar Diduga Akibat Penipuan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
-
BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?