- Curah hujan tinggi membuat kapasitas pipa drainase tidak mampu menampung air.
- Sebanyak 12 penerbangan dialihkan, serta terjadi holding dan go around akibat kondisi cuaca.
- Area sudah disterilkan dan perbaikan ditargetkan selesai cepat tanpa mengganggu layanan bandara.
Suara.com - PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mengungkapkan penyebab jebolnya atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
Insiden itu terjadi saat hujan ekstrem pada Senin, 6 April 2026 kemari, sehingga satu titik atap di Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 jebol.
Corporate Secretary Group Head InJourney, Airports Arie Ahsanurrohim, menjelaskan penyebab gangguan pada atap tersebut dipicu tingginya debit air hujan yang melebihi kapasitas pipa drainase.
Berdasarkan informasi BMKG, pada pukul 13.47–13.50 WIB telah dikeluarkan peringatan kritis berupa Wind Shear Warning di seluruh runway dengan kecepatan angin mencapai hingga 30 knot, serta Aerodrome Warning berupa thunderstorm rain (TSRA) dengan kecepatan angin 17–30 knot.
InJourney Airports tentunya memastikan penanganan kondisi gangguan pada atap ini telah dilakukan sesuai prosedur dan tetap memperhatikan aspek pelayanan, keselamatan dan keamanan penerbangan.
"Perbaikan dilakukan sesuai prosedur penanganan apabila terjadi gangguan pada infrastruktur terminal. Lokasi sudah disterilkan untuk memastikan keamanan dan pelayanan tetap terjaga khususnya di Boarding Gate 7 Terminal 3," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (7/4/2026).
Arie memastikan, perbaikan atap ini ditargetkan tuntas paling cepat pada Rabu, 8 April 2026. "Penyelesaian pekerjaan akan dipercepat, dan kami memastikan perbaikan atap yang mengalami gangguan akan selesai diperkirakan pada 8 April 2026," katanya.
Arie juga memastikan operasional dan layanan di Bandara Soekarno-Hatta secara umum tetap berjalan baik dan lancar.
Sebelumnya, berdasarkan data dari Airport Operation Control Center (AOCC) tercatat sebanyak 12 penerbangan dialihkan (divert) ke bandara lain, 14 penerbangan melakukan prosedur holding, 13 penerbangan melakukan go around, serta 1 penerbangan kembali ke apron (Return to Apron/RTA).
Baca Juga: Bandara Soetta Hujan Ekstrem, Atap Terminal 3 Jebol Hingga 12 Penerbangan Gagal Mendarat
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini
-
Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA
-
Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis
-
BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat
-
Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton
-
DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya
-
PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara
-
GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya
-
Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang
-
BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank