Bisnis / Properti
Selasa, 07 April 2026 | 17:26 WIB
Suasana Terminal 3 Bandara Soekarno - Hatta pada. (Suara.com)
Baca 10 detik
  • Curah hujan tinggi membuat kapasitas pipa drainase tidak mampu menampung air.
  • Sebanyak 12 penerbangan dialihkan, serta terjadi holding dan go around akibat kondisi cuaca.
  • Area sudah disterilkan dan perbaikan ditargetkan selesai cepat tanpa mengganggu layanan bandara.

Suara.com - PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mengungkapkan penyebab jebolnya atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Insiden itu terjadi saat hujan ekstrem pada Senin, 6 April 2026 kemari, sehingga satu titik atap di Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 jebol.

Corporate Secretary Group Head InJourney, Airports Arie Ahsanurrohim, menjelaskan penyebab gangguan pada atap tersebut dipicu tingginya debit air hujan yang melebihi kapasitas pipa drainase.

Berdasarkan informasi BMKG, pada pukul 13.47–13.50 WIB telah dikeluarkan peringatan kritis berupa Wind Shear Warning di seluruh runway dengan kecepatan angin mencapai hingga 30 knot, serta Aerodrome Warning berupa thunderstorm rain (TSRA) dengan kecepatan angin 17–30 knot.

Tangkapan layar video atap Terminal 3 Bandara Soetta bocor seperti air terjun. [Twitter]

InJourney Airports tentunya memastikan penanganan kondisi gangguan pada atap ini telah dilakukan sesuai prosedur dan tetap memperhatikan aspek pelayanan, keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Perbaikan dilakukan sesuai prosedur penanganan apabila terjadi gangguan pada infrastruktur terminal. Lokasi sudah disterilkan untuk memastikan keamanan dan pelayanan tetap terjaga khususnya di Boarding Gate 7 Terminal 3," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (7/4/2026).

Arie memastikan, perbaikan atap ini ditargetkan tuntas paling cepat pada Rabu, 8 April 2026. "Penyelesaian pekerjaan akan dipercepat, dan kami memastikan perbaikan atap yang mengalami gangguan akan selesai diperkirakan pada 8 April 2026," katanya.

Arie juga memastikan operasional dan layanan di Bandara Soekarno-Hatta secara umum tetap berjalan baik dan lancar.

Sebelumnya, berdasarkan data dari Airport Operation Control Center (AOCC) tercatat sebanyak 12 penerbangan dialihkan (divert) ke bandara lain, 14 penerbangan melakukan prosedur holding, 13 penerbangan melakukan go around, serta 1 penerbangan kembali ke apron (Return to Apron/RTA).

Baca Juga: Bandara Soetta Hujan Ekstrem, Atap Terminal 3 Jebol Hingga 12 Penerbangan Gagal Mendarat

Load More